Apalagi di leg kedua semifinal, tim berjuluk Kabau Sirah itu bermain di GOR H. Agus Salim (GHAS) Padang pada Kamis (29/2) mendatang. Melihat dari pertandingan-pertandingan di babak sebelumnya, Semen Padang FC bisa memanfaatkan pertandingan pamungkas atau penentu di kandang.
Semen Padang FC sendiri sebenarnya memiliki peluang besar untuk lolos ke Liga 1 musim mendatang, jika gol telat dari pemain Malut United FC, Hari Nur, pada menit ke-87 tidak terjadi. Meskipun demikian, dengan hasil seri, tentu tim Kebanggaan Urang Awak itu sedikit memiliki peluang lebih dibandingan Malut United FC.
Laga antara Malut United dan Semen Padang FC berlangsung sengit sejak menit awal babak pertama. Tim tuan rumah berhasil menciptakan peluang terlebih dahulu dari tendangan Frets Butuan pada menit ke-2. Namun sepakannya masih bisa ditangkap oleh penjaga gawang Semen Padang FC, Fakrurrazi.
Tak mau kalah, Semen Padang FC juga menciptkan sejumlah peluang yang mana dua di antaranya berasal dari tendangan bebas Rosad Setiawan pada menit ke-4 dan ke-14. Tendangan bebas dari kapten Semen Padang FC itu berhasil ditepis oleh penjaga gawang Malut United FC yang dikawal Ray Redondoo.
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya diciptakan oleh Semen Padang FC melalui sepakan pemain muda, Firman Juliansyah, pada menit ke-40. Kesalahan yang dibuat oleh pemain belakang Malut United FC, tidak disia-siakan Firman untuk mengkonversikan peluang menjadi gol. Hasil 0-1 pun bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan.
Di babak kedua, Malut United FC langsung mengambil inisiatif serangan. Sejumlah peluang pun tercipta. Namun kegemilangan penjaga gawang Semen Padang FC, Fakrurrazi di mistar gawang, membuat peluang yang dimiliki tim tuan rumah selalu kandas.
Gol penyeimbang tuan rumah pun tercipta pada menit ke-87.
Memanfaatkan sepakan penjuru, Hari Nur berhasil menyundul bola yang tidak bisa ditepis penjaga gawang Semen Padang FC. Skor 1-1 bertahan sampai peluit babak kedua dibunyikan oleh wasit, Irfan Wahyu Wijanarko.
Usai laga, Pelatih Kepala Semen Padang FC Delfiadri mengatakan, hasil seri yang didapatkan melawan Malut United FC di Stadion Madya GBK telah sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni mendapatkan poin di partai tandang.
Ia menambahkan, melawan Malut United FC, para pemain Semen Padang FC sempat kawalahan, apalagi pada 15 menit akhir babak kedua. “Kita akui Malut bermain sangat baik. Kami sempat kewalahan di 15 menit terakhir. Ditambah beberapa pemain yang mengalami kram,” jelasnya.
Sempat unggul sampai menit 87, Delfiadri mengaku sedikit kecewa dengan gol penyeimbang dari Malut United FC. Karena jika menang, tentu langkah untuk lolos ke partai final dan Liga 1 musim mendatang pasti lebih mudah.
“Mudah-mudahan di pertemuan kedua kami bisa meriah kemenangan dan lolos ke Liga 1. Kami akan lakukan evaluasi permainan usai laga ini untuk bisa lebih siap nantinya,” pungkasnya.
Sementara itu, pemain Semen Padang FC Daniel Rocken mengatakan, para pemain telah berjuang dan menjalankan semua instruksi yang telah disampaikan oleh tim pelatih. Ia bersyukur bisa mendapatkan hasil seri melawan Malut United FC. (adt)
Editor : Novitri Selvia