Hasilnya, klub kebanggaan urang awak itu pun mesti relah meneri kekalahan 3-0 dari tuan rumah PSBS Biak di Stadion Cendrawasih, Biak, Papua.
Dengan demekian, Kabau Sirah—julukan Semen Padang FC—harus mengejar ketertinggalan jumlah gol untuk bisa menang atau setidaknya melanjutkan pertandingan sampai babak tambahan waktu atau tendangan penalti agar bisa menjuarai Liga 2 musim ini.
Pertandingan leg kedua sendiri akan digelar pada Sabtu (9/3) di GOR H. Agus Salim (GHAS) Padang. Laga PSBS Biak melawan Semen Padang FC sendiri berlangsung sengit sejak menit awal. Namun pada menit ke-10, hujan deras mengguyur stadion. Alhasil, genangan air menutupi sebagian besar lapangan.
Bahkan, lebih dari 70 persen area lapangan sudah tergenang oleh air. Akibatnya pertandingan menjadi terganggu. Meski begitu, PSBS Biak berhasil unggul lebih dulu. Bola hasil sepakan Otavio Dutra tak mampu dihalau kiper Semen Padang FC Mukhti Alhaq.
Memasuki menit ke-42, wasit memutuskan untuk menunda pertandingan karena genangan air di lapangan semakin parah. Berbagai upaya dilakukan panita pelaksana pertandingan agar air bisa dikeringkan, satu di antaranya dengan mendatangkan pompa air.
Setelah tertunda sekitar 30 menit, pertandingan kembali dilanjutkan. Pada menit 45+1’, PSBS Biak berhasil mencetak gol kedua. Kali ini lewat aksi Alexsandro. Umpan dari Febrianto Uopmabin mampu dituntaskan Alexsandro menjadi gol.
Memimpin dua gol pada babak pertama tak membuat PSBS mengendurkan intensitas serangan. Di sisi lain, Semen Padang FC masih kesulitan mengembangkan permainan. Pada menit ke-80, PSBS Biak semakin memperbesar keunggulan.
Alberto Goncalves mengukir namanya di papan skor. Dan Febrianto Uopmabin kembali menjadi kreator gol tersebut. Sampai pertandingan berakhir, skor 3-0 untuk kemenangan PSBS Biak atas Semen Padang tetap bertahan.
Usai pertandingan, Pelatih Kepala Semen Padang FC Delfiadri mengatakan, pertandingan melawan PSBS Biak merupakan pertandingan yang berat. Apalagi mengingat waktu recovery yang singkat plus tiga pemain inti yang biasa selalu masuk starting line-up tidak ikut dibawa ke Biak.
“Pertama kami ucapkan selamat kepada PSBS Biak yang telah menang 3-0. Ini adalah pertandingan melelahkan bagi kami karena recovery yang terlalu singkat. Kemudian ada tiga pemain inti kita tidak datang ke sini yaitu Kenneth Ngwoke, Kim Min Gyu, dan Roken Tambupolon. Mudah-mudahan mereka bisa bermain di Padang sehingga kami bisa berbuat lebih baik lagi saat bermain di kandang,” ujar Delfiadri.
Ia menambahkan, tim pelatih dan seluruh pemain Semen Padang FC akan berusaha sekuat tenaga saat bermain di Padang nantinya dan bisa membalas kekalahan kemarin.
“Memang diakui, pertandingan ini sangat berat, termasuk lapangan yang diguyur hujan. Recovery pemain yang datang sangat singkat sekali. Namun, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, yang penting kita berusaha dan bekerjas keras dulu, apapun hasilnya nanti, tuhan yang akan menentukannya,” pungkasnya.
Sementara itu gelandang Semen Padang FC Fandi Eko Utomo tetap optimis. Ia bersama pemain lainnya akan menampilkan permainan terbaik dan maksimal agar meraih maksimal saat bermain di Padang.
“Mewakili rekan-rekan yang lain, semoga Semen Padang bisa meraih hasil maksimal saat bermain di kandang untuk menjawab kekalahan pada pertandingan hari ini,” ucapnya. (adt)
Editor : Novitri Selvia