Kekalahan itu tidak lepas dari performa dua mantan eks Persebaya: Ricky Kambuaya dan Ahmad Nufiandani. Kambuaya mencetak gol pembuka di menit ke-40. Lalu giliran Nufiandani yang membobol gawang mantan timnya di menit ke-69.
Assist Kambuaya kepada Alex Martins di menit 72 memastikan kemenangan 3-0 di Kota Pahlawan. Pelatih Persebaya Paul Munster tak bisa menahan kekecewaannya. Dia menganggap taktiknya kacau balau.
“Semuanya tidak berjalan sesuai dengan harapan. Saya sudah mengganti lima pemain untuk lebih agresif di depan. Tapi semuanya juga tidak berjalan baik,” kata pelatih 42 tahun itu. Dia menyebut semua pemainnya tampil buruk.
“Di lini depan, kami tidak punya peluang yang benar-benar berbahaya. Lalu di lini belakang pemain kami benar-benar kacau,” jelas mantan pelatih Bhayangkara FC itu.
Dia menyebut mental anak asuhnya sangat buruk di laga kemarin. Baginya, para pemain Green Force tidak punya keinginan bangkit setelah tertinggal dari tim lawan.
“Karena seperti inilah kondisi pemain Persebaya ketika saya tiba. Saya datang dan tidak bisa mengubah (komposisi) tim. Dan ini akan jadi bahan evaluasi (untuk memilih pemain) musim depan,” jelasnya.
Munster pantas marah. Sebab, ini jadi kekalahan terbesar Persebaya di laga home sejak promosi ke Liga 1 Meski begitu, dia tidak mau mencari kambing hitam. Dia juga tidak mau ada anak asuhnya yang disalahkan.
Hingga kompetisi reguler menyisakan tiga laga, Persebaya belum mendapatkan kepastian bertahan di Liga 1 musim depan. Dengan 39 poin, mereka hanya unggul 8 poin dari peringkat ke-16, Arema FC.
Kapten Persebaya Reva Adi tidak mau rekan-rekannya larut dalam kekalahan. Dia akan segera berbicara dengan para pemain lainnya. “Kami akan kumpulkan semua pemain. Tidak ada yang harus disalahkan. Tapi kami harus punya tekat untuk menyelamatkan dan membawa bangkit Persebaya,” jelas pemain 27 tahun tersebut.
Di laga kali ini, Kambuaya terpilih sebagai man of the match. Pemain tim nasional itu senang bisa mencetak gol di GBT. “Saya pernah bermain di Persebaya. Rasanya luar biasa bisa menang di Surabaya. Karena saya tahu meraih kemenangan di Surabaya sangat susah,” kata pemain yang membela Persebaya pada Liga 1 2021-2022 tersebut.
Kemenangan itu menjaga asa Dewa United untuk lfinia di empat besar. Saat ini mereka mengantongi 47 poin. Pelatih Dewa United Jan Olde cukup optimistis.
“Sekarang kami fokus ke laga selanjutnya. Tentunya sambil menunggu hasil Madura United yang akan melawan Borneo di kandang lawan. Saya yakin tahun ini bisa melakukan hal yang spesial,” katanya. (gus/ady/jpg)
Editor : Novitri Selvia