Bayern bangkit dan mulai mendominasi permainan sejak babak kedua dimulai. Leroy Sane dan Harry Kane mencetak dua gol balasan masing-masing pada menit ke-53 dan 57 untuk membawa Die Roten berbalik unggul.
Madrid mendapatkan angin segar untuk menyamakan kedudukan yang sangat krusial ketika Rodrygo dilanggar Kim dan wasit menunjuk titik penalti di menit ke-83.
Vinicius Junior yang maju sebagai algojo sukses menceploskan bola dan membuat skor imbang yang bertahan hingga laga berakhir.
Vinicius memang menjadi kunci permainan Madrid di leg pertama ini. Kecepatan dan dribelnya yang mematikan kerap merepotkan lini pertahanan Bayern.
"Kami selalu bermain untuk menang, ingin menang. Tapi kami tahu seperti apa Liga Champions itu. Anda tidak bisa menghadiahkan bola, Anda tidak boleh kebobolan karena akan selalu ada rival papan atas yang bisa mengambil keuntungan," ujar Vinicius Junior usai pertandingan seperti dilansir dari laman UEFA.
Sementara itu, Rodrygo, penyerang muda Real Madrid, kepada Movistar setelah pertandingan mengatakan bahwa Madrid selalu bermain untuk menang. Namun mereka juga sadar bahwa Liga Champions penuh dengan kejutan.
"Jika kami tidak bisa menang, kami bertekad untuk tidak kalah. Mengingat apa yang terjadi malam ini, hasil imbang adalah hasil yang bagus. Kami tahu Liga Champions. Kami terbiasa dengan pertandingan seperti ini," ujar Rodrygo.
Hasil ini membuat peluang kedua tim lolos ke final terbuka lebar di leg kedua yang akan digelar di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid, pada Rabu pekan depan.
Pemenang agregat dalam pertandingan tersebut, akan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) atau Borrusia Dortmund di final, di Stadion Wembley pada Sabtu 1 Juni.(*)