Carlo Ancelotti melakukan rotasi pemain untuk laga melawan Cadiz, dengan memberikan kesempatan kepada beberapa pemain yang jarang tampil.
Salah satu kejutan dalam susunan pemain adalah kembalinya Thibaut Courtois ke gawang Real Madrid, setelah absen 268 hari akibat cedera. Courtois langsung mendapatkan sambutan meriah dari para pendukung di Bernabeu.
Real Madrid mendominasi penguasaan bola namun kesulitan menembus pertahanan rapat Cadiz selama babak pertama. Beberapa peluang berbahaya gagal dikonversi menjadi gol.
Di menit-menit awal pertandingan, Real Madrid hampir membuka skor melalui Eder Militao yang mencoba tendangan kaki kanan dari jarak jauh, namun kiper Cadiz, Conan Ledesma, berhasil menahannya di menit ke-11.
Di sisi lain, Cadiz sesekali mengancam gawang Thibaut Courtois melalui serangan balik cepat. Pada menit ke-30, tembakan Sobrino di kotak penalti berhasil dihalau oleh Nacho. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Tim Ancelotti baru bisa memecah kebuntuan di babak kedua. Brahim Diaz mencetak gol indah di menit ke-51 setelah menerima umpan dari Luka Modric.
Gol ini disambut meriah oleh para Madridista di Bernabeu yang semakin yakin dengan peluang juara tim kesayangan mereka.
Dominasi Madrid semakin terlihat dengan gol kedua menit ke-68 yang dilesatkan Jude Bellingham, yang baru masuk menggantikan Arda Guler. Gol ini tercipta berkat kerja sama apik antara Bellingham dan Brahim Diaz. Ini gol ke-18 Bellingham di La Liga musim ini.
Real Madrid tak puas dengan keunggulan dua gol. Mereka terus menekan pertahanan Cadiz. Militao hampir menambah keunggulan lewat sundulan, tapi digagalkan Ledesma.
Peluang lain juga tercipta dari tembakan kaki kiri Modric, namun lagi-lagi masih bisa ditepis sang penjaga gawang.
Memasuki injury time, Nacho melakukan pergerakan luar biasa dari area pertahanan sendiri. Ia bekerja sama dengan Vini Jr, melewati pemain belakang Cadiz, dan kemudian memberikan umpan kepada Joselu yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang untuk memastikan kemenangan 3-0.
Kemenangan ini menguci gelar La Liga ke-36 bagi Real Madrid, terbanyak di antara tim-tim lain di Spanyol. Gelar ini menjadi gelar LaLiga kedua bagi Carlo Ancelotti sejak melatih Real Madrid.
Kekalahan Barcelona atas Girona memastikan Real Madrid menjadi juara La Liga 2023/2024. Para pemain dan staf Real Madrid merayakan gelar ini dengan penuh sukacita di Bernabeu bersama para pendukungnya.
Gol Terbanyak dan Pemain yang Bersinar
Real Madrid saat ini adalah pencetak gol terbanyak dan paling sedikit kebobolan di liga serta mencatatkan clean sheet dalam 18 pertandingan. Selain itu, Madrid memastikan gelar juara dengan empat pertandingan tersisa.
Catatan impresif lainnya, Madrid mengawali La Liga dengan 5 kemenangan beruntun dan langsung memuncaki klasemen hingga pekan kelima. Setelah beberapa kali terjadi pergantian di puncak klasemen, Los Blancos akhirnya kokoh di posisi teratas sejak pekan ke-18.
Di antara pemain yang bersinar adalah Jude Bellingham, yang menjalani musim pertamanya bersama Real Madrid dengan gemilang. Bellingham mencetak 10 gol dalam 10 laga pertamanya di La Liga dan menjadi sosok krusial di dua laga El Clasico.
Di Montjuïc, dia mencetak brace untuk membawa kemenangan bagi tim; dan di Bernabeu, Bellingham memastikan comeback dramatis dengan gol di masa injury time. Pemain asal Inggris ini menjadi tumpuan serangan dengan koleksi 18 gol di La Liga.
Vini Jr juga berperan penting dalam perolehan gelar juara dengan torehan 13 gol dan 13 assist. Pemain Brasil ini terus membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di dunia sepak bola. Faktanya, Real Madrid tidak pernah kalah di La Liga ketika Vini Jr. bermain.(*)