Leverkusen tidak hanya memiliki peluang untuk lolos ke final, tetapi juga bisa mengukir sejarah baru di Eropa. Kemenangan di leg kedua akan membawa mereka mencatatkan rekor 49 pertandingan tak terkalahkan, melampaui rekor 48 pertandingan yang saat ini dipegang bersama Benfica.
Di Liga Europa saja, tim berjuluk Werkself ini sedang dalam tren positif dengan catatan tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan, yakni menang 8 kali, imbang 4 kali.
Leverkusen pun berambisi menjaga asa meraih treble tropi, yakni juara Liga Europa, Bundesliga, dan DFB Pokal.
Performa Leverkusen di leg pertama sangatlah meyakinkan. Florian Wirtz dan Robert Andrich mencetak gol untuk membawa Leverkusen unggul 2-0 di kandang AS Roma.
Pelatih Leverkusen Xabi Alonso bahkan berani melakukan delapan rotasi pada starting XI leg pertama untuk pertandingan di Frankfurt, dengan memberikan kesempatan Arthur kembali bermain setelah absen selama tujuh bulan karena cedera.
Bayer Leverkusen saat ini kokoh di puncak klasemen Bundesliga Jerman usai menundukkan Eintracht Frankfurt dengan skor telak 5-1, Minggu (5/5/2024), dan membuat rekor tak terkalahkan menjadi 48 pertandingan di semua kompetisi.
Di sisi lain, AS Roma datang ke BayArena dengan tekad membalikkan keadaan. Kekalahan di leg pertama merupakan pukulan telak bagi tim asuhan Daniele De Rossi, yang ingin membawa Roma ke final Liga Europa untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Meskipun Paulo Dybala, pemain depan kunci Roma, diragukan tampil karena cedera, De Rossi masih memiliki Romelu Lukaku, pencetak gol terbanyak kedua di Liga Europa dengan tujuh gol, di bawah Pierre-Emerick Aubameyang.
Di sisi lain, kekalahan di kandang sendiri pada leg pertama menjadi pukulan telak bagi Roma. Pasalnya, kekalahan itu baru kedua kalinya mereka rasakan dalam 33 pertandingan kompetisi Eropa.
Pelatih Leverkusen Xabi Alonso bertekad membawa timnya melaju ke final sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan. Ia masih mengingat kekalahan timnya dari Roma pada semifinal Liga Europa musim lalu dan ingin para pemainnya memanfaatkan dukungan fans untuk meraih kemenangan.
"Kami harus memanfaatkan ini sehingga kami bisa merayakannya dengan fans kami di akhir pertandingan," ujar Alonso.
Di sisi lain, Roma yang baru mengalami kekalahan kandang kedua dalam 33 pertandingan kompetisi Eropa pantang menyerah.
"Kami percaya kami bisa melakukannya. Kami tahu ini akan sulit, tetapi kami datang ke sini untuk menang. Saya percaya pada pemain saya. Saya memiliki keyakinan besar bahwa kami akan menampilkan performa yang bagus untuk mencoba mencapai keajaiban kecil," tegas De Rossi.(*)
Beberapa statistik menarik jelang leg kedua Liga Europa:
- Rekor Tak Terkalahkan: Jika Leverkusen tidak kalah, mereka akan mencatatkan rekor 49 pertandingan tak terkalahkan di Eropa, melampaui rekor 48 pertandingan Benfica.
- Pencetak Gol Terbanyak: Victor Boniface dan Patrik Schick dari Leverkusen dan Romelu Lukaku dari Roma menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Europa dengan masing-masing lima dan tujuh gol.
- Assist Terbanyak: Florian Wirtz dan Álex Grimaldo dari Leverkusen dan Stephan El Shaarawy dari Roma adalah tiga dari lima pemain dengan assist terbanyak di Liga Europa.
- Tim Paling Serang: Leverkusen dan Liverpool menjadi tim paling menyerang di Liga Europa dengan rata-rata 202 dan 193 upaya mencetak gol.
- Penguasaan Bola: Leverkusen memiliki rata-rata penguasaan bola 59 persen, tertinggi kedua di Liga Europa, hanya kalah dari Liverpool (64,5 persen).
- Akurasi Umpan: Di bawah asuhan Alonso, Leverkusen menjadi tim dengan akurasi umpan tertinggi di Liga Europa dengan 89,7 persen.
Prediksi Susunan Pemain:
Leverkusen: Kovar, Tapsoba, Tah (c), Hincapie, Stanisic, Xhaka, Andrich, Grimaldo, Frimpong, Wirtz, Adli.
AS Roma: Svilar, Karsdorp, Mancini, Smalling, Spinazzola - Cristante, Paredes, Pellegrini (c) - Dybala, Lukaku, El Shaarawy.