Setan Merah tampil terorganisir dan berbahaya melalui serangan balik. Gol pertama tercipta pada menit ke-30 melalui Alejandro Garnacho yang memanfaatkan kesalahan fatal Stefan Ortega dan Josko Gvardiol. Garnacho dengan tenang menceploskan bola ke gawang kosong.
Sembilan menit kemudian, situasi semakin menguntungkan untuk pasukan Erik ten Hag. Kerja sama apik Marcus Rashford, Garnacho, dan Bruno Fernandes berujung pada gol kedua yang dicetak Kobbie Mainoo melalui sepakan akurat.
City Gagal Bangkit
Meskipun tidak sedramatis pertandingan sebelumnya, final ini tetap menegangkan. City yang berambisi menjadi tim pertama peraih double gelar Liga Inggris dan Piala FA secara beruntun, tampil mengecewakan di babak pertama.
City mengepung gawang United setelah turun minum. Meski sempat mengancam melalui sundulan Erling Haaland, mereka kesulitan untuk menembus pertahanan United yang disiplin.
Tertinggal dua gol membuat Guardiola langsung melakukan perubahan di babak kedua. Dia memasukkan pemain sayap lincah, Jeremy Doku, untuk menggantikan gelandang Mateo Kovacic.
Kehadiran Doku memang menambah daya gedor City. Ia nyaris memberikan umpan bagus kepada Phil Foden dan Erling Haaland, namun kedua peluang tersebut gagal dimanfaatkan.
Tekanan City semakin meningkat. Andre Onana, kiper United, dipaksa melakukan penyelamatan gemilang dari tembakan keras Kyle Walker dan sundulan Julian Alvarez.
City baru bisa memperkecil ketertinggalan di menit ke-87 lewat sundulan Jeremy Doku.
Namun, perjuangan mereka terlambat dan United berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan United 1-2 di final FA Cup tahun lalu.
Erik ten Hag: Pemain Fit
Kemenangan ini menandai trofi kedua United dibawah asuhan Erik ten Hag, sekaligus mengakhiri perjalanan menegangkan di Piala FA.
Di babak perempat final, United membutuhkan perpanjangan waktu untuk mengalahkan Liverpool 4-3 dalam pertandingan yang menegangkan. Sementara di semifinal, United harus melewati adu penalti untuk mengalahkan Coventry City setelah bermain imbang 3-3.
Pelatih Manchester United, Erik ten Hag memberikan pujian kepada timnya atas penampilan yang solid. Para pemainnya dalam kondisi fit sehingga memainkan sepak bola dengan bagus melawan tim terbaik di dunia.
"Kami bermain sangat baik sesuai identitas kami. Sangat kuat. Anda telah melihat bagaimana kami bisa bermain ketika kami memiliki pemain yang fit. Beberapa bahkan tidak dalam kondisi terbaik untuk bertanding, tetapi performanya sangat bagus," ungkap Ten Hag kepada BBC One setelah pertandingan.
Meski membawa United juara, masa depan Erik ten Hag di Manchester United masih belum jelas.
"Saya tidak tahu. Yang saya lakukan saat ini hanya mempersiapkan tim dan mengembangkannya. Ini adalah proyek jangka panjang untuk saya. Ketika saya datang, situasinya sangat buruk. Sekarang kami lebih baik. Tapi kami belum mencapai target," kata Ten Hag(*)