Kabar ini telah dikonfirmasi oleh Fenerbahce beberapa hari sebelum Mourinho sendiri mengumumkannya.
Pelatih asal Portugal ini menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama raksasa Liga Super Turki tersebut.
Fenerbahce sendiri baru saja gagal merengkuh gelar juara liga, selisih tiga poin dari rival terberat mereka, Galatasaray yang diperkuat Mauro Icardi.
Bergabungnya Mourinho ke Fenerbahce menandai klub kesepuluh yang ia latih sepanjang karier gemilangnya, sekaligus menggantikan posisi Ismail Kartal di Istanbul.
Mourinho, dengan pengalamannya melatih klub-klub besar seperti Chelsea, Manchester United, Real Madrid, dan Roma, dianggap sebagai sosok yang tepat untuk tugas tersebut.
Meskipun banyak yang mempertanyakan keputusannya memilih liga yang dianggap "lebih kecil", Mourinho dikabarkan memiliki banyak tawaran lain, termasuk dari liga Arab dan klub-klub di lima liga besar Eropa. Tapi, Mourinho lebih memilih atmosfer sepak bola Turki yang penuh gairah.
Kedatangan Mourinho diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Liga Super Turki, yang tahun ini ternoda oleh beberapa insiden tidak sportif di lapangan.
Fenerbahce adalah salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Turki tetapi belum pernah memenangkan gelar liga sejak 2014.
Mourinho telah memenangkan 26 penghargaan besar bersama Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United dan Roma. Dia membawa Tottenham ke final Piala Carabao sebelum dipecat pada tahun 2021.
Mourinho adalah satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi UEFA.
Disambut Meriah Suporter Fenerbahce
Fenerbahce secara resmi memperkenalkan Jose Mourinho sebagai pelatih baru mereka pada hari Minggu malam (2/6/2024) di Stadion Sukru Saracoglu.
Mourinho melambaikan kaus kuning klubnya ke udara sebelum menandatangani kontrak berdurasi dua tahun.
Suporter Fenerbahce menyambut hangat kedatangan sang pelatih dengan sorak-sorai dan gemuruh semangat.
Di hadapan para suporter yang memadati stadion, Mourinho berjanji, "Mimpi Anda sekarang adalah mimpi saya."
Pelatih berusia 61 tahun ini sebelumnya menganggur sejak dipecat oleh Roma pada Januari lalu, ketika tim Serie A tersebut masih tertahan di peringkat kesembilan klasemen. Mourinho menangani Roma selama dua setengah tahun setelah didepak Tottenham Hotspur.
Selama menangani Roma, dia berhasil membawa tim tersebut meraih dua kali posisi keenam di Serie A dan membawa mereka ke final kompetisi Eropa secara beruntun.
Mourinho mempersembahkan gelar juara UEFA Europa Conference League 2022 usai mengalahkan Feyenoord. Namun langkah mereka harus terhenti di final UEFA Europa League 2023 kala ditaklukkan Sevilla.
Kini, dia menggantikan Ismail Kartal setelah Fenerbahce gagal merebut gelar juara liga dari rival sengit mereka, Galatasaray, dengan selisih tiga poin.
Mourinho: "Fenerbahce Adalah Keluarga Saya"
Di hadapan para suporter yang memadati distrik Kadikoy, Istanbul, Mourinho menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan.
"Pertama-tama saya ingin berterima kasih atas cinta kalian. Cinta yang saya rasakan sejak pertama kali nama saya dikaitkan dengan Fenerbahce," ungkapnya.
Biasanya, kata Mourinho, seorang pelatih dicintai setelah meraih kemenangan. Tapi di Turki ini, dia merasa dicintai sebelum meraih kemenangan.
"Dan itu merupakan tanggung jawab besar yang saya rasakan. Saya berjanji kepada kalian bahwa mulai saat ini, saya adalah bagian dari keluarga kalian. Seragam ini adalah kulit saya," lanjutnya disambut teriakan ribuan suporter di Istanbul. "Sejak saya menandatangani kontrak, mimpi kalian sekarang adalah mimpi saya," imbuhnya.
Sehari sebelum resmi melatih Fenerbahce, Mourinho sempat menjadi analis untuk liputan final Liga Champions UEFA antara Borussia Dortmund dan Real Madrid di TNT Sports.
Ia bergabung bersama tim analis bertabur bintang lainnya untuk menyaksikan pertandingan final di Stadion Wembley kemarin. Mantan klubnya, Real Madrid, berhasil keluar sebagai juara dengan skor 2-0 atas Borussia Dortmund berkat gol dari Dani Carvajal dan Vinicius Jr.(*)