Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mbappe Sebut Euro Lebih Sulit Dibandingkan Piala Dunia, Bertekad Bawa Perancis Tebus Kekalahan 2020

Heri Sugiarto • Rabu, 5 Juni 2024 | 12:01 WIB

Kylian Mbappe bertekad  membawa tim nasional Perancis meraih kejayaan di Euro 2024. (Foto: Dok. Reuters)
Kylian Mbappe bertekad membawa tim nasional Perancis meraih kejayaan di Euro 2024. (Foto: Dok. Reuters)
PADEK.JAWAPOS.COM-Menjelang Euro 2024 yang dimulai pada 14 Juni, Perancis menjadi salah satu tim terkuat yang diunggulkan menjadi juara. Skuad asuhan Didier Deschamps ini memiliki kombinasi kualitas, pengalaman dan pengetahuan mumpuni, baik pemain maupun staf pelatih.

Bersama tim-tim seperti Inggris, Portugal, Spanyol, dan Jerman, Perancis menjadi favorit terdepan untuk mengangkat trofi.

Meskipun tersingkir secara mengejutkan di babak 16 besar Euro 2020 oleh Swiss, Perancis tetap menunjukkan konsistensi dengan meraih peringkat pertama dan kedua di dua edisi Piala Dunia terakhir. Kekalahan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi mereka.

Kekalahan dari Jerman dan kemenangan tipis atas Cile pada jeda internasional Maret lalu membuktikan bahwa Perancis bukanlah tim yang tak terkalahkan.

Namun, kedalaman skuad yang dihuni pemain-pemain berbakat, termasuk kapten Kylian Mbappe, membuat mereka menjadi ancaman serius bagi tim lawan manapun.

Mbappe menunjukkan tekadnya untuk membawa tim nasional Perancis meraih kejayaan di Euro 2024. Pengalaman pahit di Euro 2020 menjadi motivasinya untuk tampil lebih baik dan memberikan yang terbaik untuk tim.

Dalam konferensi pers sebelum pertandingan persahabatan melawan Luksemburg, Mbappe mengungkapkan bahwa Euro lebih sulit dibandingkan Piala Dunia.

Menurutnya, Euro lebih kompleks sejak babak grup dan timnas Perancis belum pernah menjuarainya selama 24 tahun.

"Saya pikir ini adalah kompetisi yang lebih sulit daripada Piala Dunia. Ini sangat, sangat sulit sejak babak grup. Ini adalah kompetisi yang tidak kami menangkan selama 24 tahun dan itu sangat besar, tetapi kami tidak memberi diri kami tekanan ekstra. Kami terus mempersiapkan diri untuk babak grup, untuk tampil bagus," ujar Mbappe.

Mbappe juga menjelaskan perbedaan gaya melatih antara Luis Enrique dan Didier Deschamps.

"Dengan Luis Enrique, ini jauh lebih banyak dalam penguasaan bola. Dia suka memiliki kendali atas semua yang Anda lakukan, itu obsesinya. Dengan pelatih nasional (Didier Deschamps, red), berbeda, dia ketat secara taktik tetapi memberikan kebebasan dalam menyerang. Itu memungkinkan Anda untuk mendapatkan banyak pengalaman dan belajar hari demi hari," jelas Mbappe.

Mbappe mengaku masih merasakan kekecewaan atas performa tim nasional Perancis di Euro 2020 yang gagal meraih gelar juara. Dia bertekad untuk menebus kegagalan tersebut di Euro 2024.

"Kami tidak belajar ketika kami menang seperti di tahun 2018. Saya mendapat tamparan di wajah di Euro dengan turnamen yang gagal. Itulah noda hitam besar dalam karir internasional saya. Di tahun 2024, kami akan mencapai sejauh yang kami bisa dan jika kami bermain lagi, kami akan melakukan hal yang sama. Saya dalam semangat balas dendam," tegasnya.

Mbappe menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah pada tim nasional Perancis. Dia ingin melindungi tim dan memberikan yang terbaik untuk meraih gelar juara di Euro 2024.

"Ini hari yang menyenangkan bagi saya. Tapi saya harus kembali ke hal-hal yang lebih rasional. Saya punya tanggung jawab sebagai kapten tim Perancis dan itu membayangi tim nasional. Saya tahu ini tidak adil bagi para jurnalis, juga bagi Anda, tapi Saya hanya akan menjawab pertanyaan tentang tim nasional. Saya ingin melindungi tim saya karena kami memiliki musim panas yang hebat di depan kami dan sudah lama sejak kami memenangkan Piala Dunia."(*)

Editor : Heri Sugiarto
#euro 2024 #didier deschamps #piala dunia #kylian mbappe #luis enrique #Timnas Perancis