La Roja unggul berkat gol Alvaro Morata, Fabian Ruiz dan Dani Carvajal yang semuanya tercipta di babak pertama.
Meski memiliki lini tengah berbakat, Kroasia kesulitan menciptakan peluang berarti dan hanya bisa mencetak satu gol kontroversial yang dianulir VAR.
Setelah 25 menit awal yang berjalan datar, La Roja memecah kebuntuan lewat sundulan Alvaro Morata yang memanfaatkan umpan terobosan.
Empat menit berselang, mereka menggandakan keunggulan melalui Fabian Ruiz. Pemain Napoli tersebut mengecoh pemain belakang Kroasia sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok gawang.
Tertinggal dua gol membuat Kroasia tersentak. Josko Gvardiol hampir memperkecil ketertinggalan, tapi peluangnya digagalkan pertahanan Spanyol.
Menjelang turun minum, Spanyol kembali memperlebar keunggulan. Umpan silang brilian Lamine Yamal, disambar Dani Carvajal.
Pasukan Zlatko Dalic nyaris memperkecil ketertinggalan di babak kedua. Sundulan Josip Stanisic hampir masuk gawang, tapi bola berhasil dibuang Marc Cucurella sebelum disapu Unai Simon.
Kroasia sempat merasa lega setelah mendapatkan hadiah penalti usai Rodri melanggar Bruno Petkovic. Eksekusi penalti Petkovic berhasil ditepis Simon, namun bola rebound yang disambarnya kembali dinyatakan gol.
Sayangnya, VAR menganulir gol tersebut karena Ivan Perisic dianggap melanggar pemain Spanyol di kotak penalti saat tendangan penalti dilakukan.
Di grup yang berat bersama juara bertahan Italia, Spanyol mengawali turnamen dengan performa ideal.
Tiga gol di babak pertama lewat tiga pencetak gol berbeda menunjukkan eksekusi taktik yang jitu dari Luis de la Fuente.
Namun, lini belakang peraih gelar Euro 2008 dan 2012 ini belum mendapat ujian berarti dari Kroasia.
Berdasarkan catatan UEFA, pertandingan ini juga menjadi ajang debut pemain sayap Spanyol Lamine Yamal yang memecahkan rekor sebagai pemain termuda tampil di Euro, yakni pada usia 16 tahun 338 hari.
Dlansir dari Euro Sports, Lamine Yamal menjadi pemain terbaik dalam laga ini.
Setelah awal laga yang menegangkan, pemain muda Barcelona ini tampil gemilang dengan kecepatan dan dribelnya yang merepotkan lini belakang Kroasia. Yamal juga terlibat dalam terciptanya gol Fabian Ruiz dan Carvajal.
Sementara itu, Alvaro Morata menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah Euro dengan tujuh gol. Hanya Cristiano Ronaldo dan Michel Platini yang memiliki catatan lebih baik, masing-masing mencetak 14 dan 9 gol.(*)
Editor : Heri Sugiarto