Ukraina sebenarnya lebih dominan di awal pertandingan lGrup E di Allianz Arena, Munich, Senin malam WIB (17/6/2024) ini.
Serangan pertama Rumania baru terjadi saat Florinel Coman melepaskan tembakan yang tepat ke pelukan kiper Real Madrid, Andriy Lunin.
Di sisi lain lapangan, Artem Dovbyk dari Ukraina melepaskan tembakan yang melambung tinggi di atas mistar gawang.
Keadaan berubah drastis menit ke-29 setelah sang kapten Rumania, Stanciu, melepaskan tembakan keras dengan efek belok dari jarak jauh yang menggetarkan gawang Lunin.
Gol itu tercipta setelah Dennis Man berhasil mencuri bola hasil tendangan gawang Lunin, kemudian memberikan umpan kepada Stanciu.
Sejak saat itu, tim berjuluk Tricolorii tampil lebih percaya diri dan menggandakan keunggulan mereka sesaat setelah turun minum.
Tembakan spekulatif Razvan Marin mengecoh Lunin di depan kotak penalti, dan membuat bola bersarang ke gawang Ukraina.
Denis Dragus memastikan kemenangan Rumania menjadi 3-0 lewat gol mudahnya menit 57, melalui sundulan jarak dekat memanfaatkan tendangan sudut cepat.
Dua gol cepat dalam waktu lima menit di awal babak kedua tersebut membuat tim asuhan Serhiy Rebrov kewalahan.
Sementara ribuan suporter Rumania di Munich pun larut dalam euforia kemenangan pertama tim mereka di ajang Kejuaraan Eropa sejak tahun 2000.
Kemenangan ini menempatkan Rumania di puncak klasemen Grup E. Mereka memiliki peluang bagus untuk lolos ke babak selanjutnya.
Tendangan keras Stanciu yang mengarah ke sudut atas gawang dengan efek belok yang mengecoh kiper Ukraina merupakan momen fantastis bagi Rumania.
"Ini adalah gol terbaik dalam karier saya. Jersey Rumania berarti segalanya bagi saya. Mencetak gol di Euro dan menang dengan cara seperti ini, sungguh luar biasa. Dukungan suporter sungguh unik, kami belum pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya," ungkap Stanciu, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik di pertandingan ini.
Dennis Man tercatat menciptakan dua assist, dan menjadi ancaman bagi pertahanan Ukraina sepanjang laga.
Rumania mampu tampil efektif meski tak banyak menguasai bola, dan performa kedua pemain sayap mereka menjadi faktor penting.(*)