Sebelumnya, Mbappe menulis status di Instagram pribadi yang memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.
"Tanpa risiko, tidak ada kemenangan," tulis Mbappe dalam unggahan tersebut. Ini menjadi satu-satunya komentar resmi dari sang pemain yang akan bergabung dengan Real Madrid itu maupun timnas Prancis terkait cederanya.
Mbappe baru terlihat berlatih sekitar 30 menit setelah rekan setimnya. Ia tampak berlari sendiri dengan bola bersama seorang pelatih, kemudian berbicara dengan pelatih Prancis Didier Deschamps.
Setelah itu, Mbappe mengikuti sesi latihan tembakan bersama pemain lain.
Saat melawan Austria, Mbappe berperan dalam terciptanya gol kemenangan lewat umpan silang yang kemudian disundul pemain Austria Maximilian Wober ke gawang sendiri.
Prancis akan menghadapi Belanda pada hari Jumat (21/6). Namun, belum ada konfirmasi resmi apakah Mbappe bisa dimainkan.
Sementara itu, kabar baik datang dari rekan setim Mbappe. "Hidung patah bukan akhir dunia," ungkap gelandang Adrien Rabiot optimistis. "Kylian seharusnya bisa segera bergabung kembali bersama kami," tambahnya seperti dilansir dari ESPN.
Senada dengan Rabiot, bek William Saliba menyebutkan bahwa Mbappe dalam kondisi "sedikit lebih baik."
Mbappe mengalami patah hidung akibat benturan dengan bek Austria Kevin Danso. Darah mengucur dari hidung Mbappe yang bengkak, dan membuat jersey Prancisnya ternoda merah.
Jika ingin tetap bermain, Mbappe diharuskan mengenakan pelindung wajah.
"Saya melihatnya tadi pagi, kondisinya sedikit membaik," tutur Saliba. "Dia akan menjalani tes lanjutan. Saya tidak tahu informasi lebih lanjut. Tapi saat saya melihatnya tadi pagi, kondisinya sedikit membaik."
Rabiot membandingkan cedera Mbappe dengan cedera rekan setimnya di Juventus, Wojciech Szczesny. Kiper Polandia tersebut mengalami patah hidung saat melawan Torino pada April, menjalani operasi, dan bisa kembali bergabung dengan tim dalam waktu seminggu.
Harapannya, Mbappe bisa tetap bermain di Euro 2024. Apalagi kemenangan atas Austria membuat Prancis berpeluang besar lolos ke babak gugur yang akan dimulai 29 Juni. Prancis sendiri baru akan memainkan laga 16 besar mereka minimal pada 30 Juni.
Prancis tentu cemas dengan absennya Mbappe. "Bermain tanpa Kylian akan sulit. Dia adalah rekan setim yang sangat penting dan kapten kami. Kehilangan dia akan mempengaruhi kami, tapi juga lawan - mereka perlu menyiapkan strategi berbeda," jelas Rabiot.
"Tak bisa saya pungkiri, kami tentu ingin dia bermain. Tapi melihat pemain yang ada di bangku cadangan, saya rasa kami memiliki pengganti Kylian. Jika dia absen, situasinya akan lebih sulit tapi saya percaya dengan semua pemain hebat yang kami miliki," tandas dia.
Olivier Giroud dan Randal Kolo Muani menjadi opsi pengganti Mbappe, yang bermain sebagai penyerang tengah saat melawan Austria. Namun diberi kebebasan untuk bergerak ke kiri atau kanan.(*)