Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kroasia vs Italia , Sulit Cari Pengganti Bonucci-Chiellini

Novitri Selvia • Senin, 24 Juni 2024 | 15:32 WIB

Luka Modric (kiri) dan Alessandro Bastoni (kanan). (IG HNS_CFF IG/IG AZZURRI)
Luka Modric (kiri) dan Alessandro Bastoni (kanan). (IG HNS_CFF IG/IG AZZURRI)

PADEK.JAWAPOS.COM-Italia kehilangan identitas utamanya di Euro 2024: pertahanan gerendel alias catenaccio. Dalam dua laga pembuka, Gli Azzurri sudah kebobolan dua gol. Catatan yang tidak biasa untuk tim yang dikenal kuat dalam bertahan.

Tengok saja Euro 2021 ketika Italia menjadi juara. Mereka lolos ke babak 16 besar tanpa kebobolan sama sekali. Lalu, apa yang salah dengan pertahanan Italia di Euro 2024?

“Setelah era Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, belum ada bek Italia yang sangat menonjol,” ungkap asisten pelatih tim Serie A Como 1907 Kurniawan Dwi Yulianto saat dihubungi Jawa Pos (grup Padang Ekspres).

Riccardo Calafiori yang digadang-gadang sebagai titisan Paolo Maldini malah mencetak gol bunuh diri kontra Spanyol (21/6). Gol itu sekaligus membuat Italia kalah 0-1 oleh Spanyol. Sejatinya, Kurniawan tidak melihat ada yang salah dari taktik yang diterapkan allenatore Italia Luciano Spalletti.

“Menurut saya, itu sistem pertahanan terbaik di dunia. Pemahaman taktikal para pemain juga sudah bagus,” katanya.

Namun, ada satu hal yang membuat taktik itu kurang berjalan sempurna. “Karena banyak klub di Serie A yang pemain belakangnya dihuni pemain dari luar Italia. Ini yang membuat bek Italia belum ada yang menonjol dan sekonsisten pendahulunya,” bebernya.

Juventus yang dikenal sebagai gudang bek timnas malah diperkuat duo Brasil, Gleison Bremer dan Danilo, di posisi stoper. Kondisi itu membuat pelatih kesulitan mencari bek yang setara dengan Bonucci atau Chiellini.

Tapi, warga Italia tidak mau tahu. Mereka ingin Gli Azzurri menang dalam laga pemungkas grup B melawan Kroasia di Red Bull Arena, Leipzig, dini hari nanti. Kurniawan tahu betul antusiasme warga Italia dalam mendukung timnasnya. “Di Italia, sepak bola sudah menjadi agama kedua. Di mana pun warganya nongkrong, entah di bar atau di restoran, pasti yang diomongin tidak jauh dari sepak bola,” katanya.

Kurniawan sesekali nongkrong di rumah makan. Dia tahu betul orang Italia paling doyan kalau diajak bicara soal sepak bola. “Dan, sepengalaman saya, mereka tidak sekadar membicarakan sepak bola. Tapi, mereka berbicara sepak bola benar-benar dari lubuk hati yang paling dalam. Itu yang membuat kultur sepak bola Italia berbeda,” ungkapnya.

Kurniawan berada di Italia ketika Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Kekecewaan warganya sangat luar biasa. “Tapi, begitu gelaran Euro 2024 dimulai, kekecewaan itu seperti tidak pernah ada. Mereka tetap sangat antusias men-support timnasnya di event kali ini,” tambahnya.

Sebagai pelatih yang kini bekerja di Italia, dia punya harapan khusus. “Semoga Italia bisa menang melawan Kroasia. Karena Italia kali ini lebih banyak dihuni pemain muda, sementara Kroasia banyak mengandalkan pemain tua,” jelas pelatih kelahiran 13 Juni 1976 itu. Kroasia memang masih bergantung pada Luka Modric. Gelandang Real Madrid itu sudah berusia 38 tahun.

Kurniawan yakin pemain muda bisa membawa perubahan. Termasuk membuat Gli Azzurri bermain lebih agresif. “Saya harap para pemain muda ini bisa mengubah genre permainan Italia. Yang awalnya lebih banyak bertahan jadi bisa berani keluar menyerang,” tandas pria yang membawa Persebaya Surabaya juara Liga Indonesia 2004 itu. (gus/c19/fal/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#bonucci #gli azzurri #Kroasia vs Italia #chiellini