"Inggris dikapteni oleh Kevin Keegan! Bayangkan itu. Kenangan yang luar biasa: bermain di Athletic Club melawan Inggris dengan pemain sepak bola legendaris seperti Keegan di tim mereka," ungkapnya seperti dilansir dari laman UEFA.
Baca Juga: Watkins Bawa Inggris Jumpa Spanyol di Final Euro 2024, Keputusan Southgate Dipuji
Kecintaannya pada sepak bola Inggris semakin dalam saat dia bermain melawan Liverpool di Anfield tahun 1984. De la Fuente menyebut tim Liverpool saat itu sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia hadapi. Liverpool menjadi juara Eropa musim itu.
"Kami bermain imbang 0-0 di Anfield dan mereka mengalahkan kami 1-0 dalam suasana spektakuler di San Mames. Mustahil untuk mengalahkan mereka," imbuhnya.
Fuente terkesan dengan gaya sepak bola Inggris yang langsung, cepat, dan menyerang. Gaya bermain ini memiliki kesamaan dengan gaya bermain Athletic Club saat itu, dan Fuente terus mengikuti perkembangan sepak bola Inggris selama bertahun-tahun.
Ia pun memuji Gareth Southgate sebagai pelatih yang memiliki ide-ide universal tentang sepak bola dan melihat kesamaan antara tim nasional Spanyol dan Inggris.
Baca Juga: Prancis Tumbang! Spanyol ke Final Euro 2024, Lamine Yamal Cetak Gol Bersejarah
"Saya pikir tim nasional Spanyol dan Inggris memiliki lebih banyak kesamaan daripada perbedaan," tandasnya.
Selain itu, Fuente memiliki perhatian khusus pada dua pemain muda Inggris dan Spanyol: Jude Bellingham dan Lamine Yamal.
Ia menyebut Bellingham sebagai pemain yang sangat istimewa dengan bakat luar biasa dan memuji kelincahan serta kemampuannya mencetak gol.
"Dia pemain bola yang sangat saya sukai. Dia punya kualitas yang sangat menarik bagi saya. Secara estetika, dia sangat menyenangkan untuk ditonton," katanya.
Baca Juga: Inilah Empat Calon DPD RI Peraih Suara Teratas Berdasarkan Hasil Quick Count SBLF MyRiset
Fuente juga terkesan dengan potensi pemain berusia 17 tahun Lamine Yamal dan mengingatkannya untuk tetap rendah hati serta fokus pada perkembangannya. Apalagi sepak bola memiliki banyak pasang surut. Suatu hari dipuji, hari berikutnya dikritik.
Hal-hal ini akan membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik saat dia tumbuh dewasa, dan kemudian menjadi pemain sepak bola lebih baik lagi.
"Hanya sedikit yang seperti dia. Kehebatannya akan diukur dari seberapa banyak ia mampu untuk tetap rendah hati setiap hari. Ia harus menjaga keseimbangan dan kedewasaan," ingatnya.
Meskipun penggemar berat sepak bola Inggris, Fuente bertekad untuk mengalahkan tim berjuluk The Three Lions itu di final Euro 2024. Ia ingin membawa Spanyol meraih gelar juara Eropa dan menorehkan sejarah dalam karirnya sebagai pelatih.
Pertandingan final Spanyol dan Inggris bakal menjadi pertandingan yang sengit dan menarik. Kedua tim memiliki pemain muda berbakat dan pelatih berpengalaman. De la Fuente yakin timnya memiliki peluang meraih kemenangan.(*)