Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

RiPith Harus Manfaatkan Laga Perdana

Novitri Selvia • Rabu, 24 Juli 2024 | 15:45 WIB

DIANDALKAN: Ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas, saat memenangi salah satu laga mereka. Pada laga perdana Olimpiade Paris 2024 Sabtu (27/7) depan. (DOK PBSI)
DIANDALKAN: Ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas, saat memenangi salah satu laga mereka. Pada laga perdana Olimpiade Paris 2024 Sabtu (27/7) depan. (DOK PBSI)

PADEK.JAWAPOS.COM—Wakil Korea Selatan Kim Won-ho/Jeong Na-eun menjadi lawan perdana Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas di laga perdana Olimpiade Paris 2024. Laga ini berlangsung pada Sabtu (27/7) mendatang. Ini menjadi kesempatan emas bagi duo berakronim RiPith tersebut.

Sebab, secara rekor pertemuan, keduanya unggul 2-0. Tancap gas wajib dilakukan. Sebab, dalam laga berikutnya 28 Juli, mereka harus menghadapi jagoan Tiongkok Zheng Si Wei/Guang Ya Qiong. Secara head-to-head kebalikan. RiPith tak pernah menang dari dua laga yang dijalani.

Legenda ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir mengingatkan kepada RiPith menjelang laga perdana untuk memperhatikan tiga hal. Mulai mengencangkan fokus, mematangkan strategi, sampai menyolidkan pukulan. Ini semua dilakukan agar nanti masuk lapangan, baik di test court maupun pertandingan, feel-nya sudah dapat. Masuk perkampungan atlet sudah benar-benar siap, ujarnya. Selain itu, pola pikir ditekankan. Jangan sampai RiPith terjebak dengan zona nyaman atas pola permainan yang diusung.

Harus tahu, misalnya kita sudah nyaman main dengan cara tertentu, tapi kalau lawan sudah mengantisipasi, bisa segera diubah, jelas Liliyana. Liliyana berharap RiPith bisa mengambil pelajaran dari dirinya dan Tontowi Ahmad yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Semoga kehadiran kami bisa membawa aura positif. Apa yang kami bagikan cerita-cerita tentang Olimpiade bisa memotivasi mereka, tuturnya.

Sementara itu, Gregoria Mariska Tunjung dan Anthony Sinisuka Ginting merasa ada perbedaan dari Porte de la Chapelle Arena atau dengan nama lain Adidas Arena sebagai tempat pertarungan di Olimpiade Paris 2024. Sebelumnya, kedua pemain pernah merasakan venue tersebut saat tampil di France Open pada Maret 2024. Jorji –sapaan akrab Gregoria– menilai, perubahan cuaca cukup memengaruhi kondisi lapangan saat ini. Sebab, pada Maret lalu, udara dingin.

Sementara kali ini cukup panas. Pencahayaan juga masih diatur, belum final, katanya. Pemain binaan Mutiara Cardinal Bandung itu menilai, nuansa lapangan juga baru dengan warna ungu dan terang di area penonton. Tapi, kalau latihan sudah cukup baik, semoga semakin ke sini semakin enak, harapnya. (raf/c14/bas/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Ripith #Rinov Rivaldy #pitha haningtyas #badminton #Olimpiade Paris 2024