Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Argentina 1-2 dari Maroko tersebut diwarnai oleh kontroversi akibat penghentian permainan selama hampir dua jam di Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Etienne.
Presiden AFA Claudio Tapia melalui akun media sosial X-nya, menyatakan, "AFA telah mengajukan tuntutan kepada Komisi Disiplin FIFA agar tindakan disiplin yang sesuai diambil terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini."
Keputusan AFA mengajukan protes ini menyusul serangkaian keluhan dari berbagai pihak di Argentina termasuk Lionel Messi, terkait keputusan melanjutkan pertandingan dan kemudian menganulir gol penyama kedudukan 2-2.
Gol sundulan Cristian Medina di masa injury time itu dianulir setelah pemeriksaan VAR karena offside. Maroko pun sukses mempertahankan keunggulan dan memuncaki Grup B.
Insiden yang memicu penghentian panjang ini terjadi setelah para pendukung Maroko menyerbu lapangan dan melemparkan botol serta petasan ke arah pemain Argentina saat merayakan gol.
Para pemain meninggalkan lapangan dikawal oleh polisi, dan menutupi wajah mereka dari banyaknya benda yang dilemparkan dari tribun stadion.
AFA berharap FIFA akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini dan memberikan sanksi yang setimpal kepada pihak-pihak yang dianggap bersalah.
Sebelumnya, Pelatih Timnas U-23 Argentina Javier Mascherano, meluapkan kemarahan setelah timnya secara kontroversial kalah 2-1 dari Maroko. Bahkan, dia menggambarkan insiden itu sebagai sirkus terbesar yang pernah dia lihat dalam hidupnya.
"Apa yang terjadi di lapangan itu adalah skandal. Ini bukan turnamen amatir, ini Olimpiade," tegas Mascherano seperti dilansir dari Euro Sports.
Mascherano menambahkan bahwa wasit Glenn Nyberg tidak pernah datang dan memberikan penjelasan kepada timnya terkait masalah ini.
"Tidak ada pembicaraan mengenai peninjauan VAR saat itu. Bahkan laman resmi Olimpiade menampilkan skor akhir 2-2," imbuhnya.
Kekalahan ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Argentina yang merupakan juara Olimpiade dua kali.
Legenda Argentina dan mantan rekan setim Mascherano di Barcelona, Lionel Messi, yang memilih absen di Olimpiade, turut menanggapi akhir pertandingan yang dramatis itu.
Melalui Instagram story, pemain berusia 37 tahun itu hanya menuliskan kata "Insolito" yang berarti "tidak masuk akal".(*)