Kemenangan ini semakin mengukuhkan dominasi Tiongkok di cabang olahraga ini, dengan rekan senegaranya Zou Jingyuan meraih medali perak.
Liu menjadi atlet pria pertama yang berhasil mempertahankan gelar Olimpiade di nomor ini sejak 1972.
Dengan penampilan yang sangat konsisten, Liu meraih skor 15.300, mengungguli rekan senegaranya, Zou Jingyuan dengan skor 15.233.
Kemenangan ini merupakan yang kedua berturut-turut bagi Liu Yang, setelah sebelumnya meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020.
Prestasi luar biasa ini menjadikan Liu sebagai atlet pria pertama yang berhasil mempertahankan gelar Olimpiade di nomor gelang-gelang statis sejak Nakayama Akinori dari Jepang pada tahun 1968 dan 1972.
Pertarungan sengit terjadi antara Liu dan Zou. Keduanya menampilkan gerakan-gerakan yang sangat sulit dan indah.
Namun, perbedaan kecil pada saat mendarat menjadi penentu kemenangan.
Liu hanya melakukan satu langkah kecil maju, sedangkan Zou melakukan beberapa gerakan kecil untuk mengendalikan pendaratannya.
Meski demikian, kedua atlet ini telah menunjukkan kualitas terbaik mereka dan mengharumkan nama negara.
Sementara itu, medali perunggu diraih oleh Eleftherios Petrounias dari Yunani dengan skor 15.100.
Samir Ait Said dari Prancis, yang pernah mengalami cedera parah di Olimpiade Rio 2016, harus puas berada di posisi keempat dengan skor 15.000.
Kemenangan Liu Yang semakin mengukuhkan dominasi Tiongkok di cabang senam artistik.
Dengan dua atletnya menempati posisi pertama dan kedua, Tiongkok telah menunjukkan kekuatan yang luar biasa di nomor gelang-gelang statis.(*)
Editor : Heri Sugiarto