Dengan catatan waktu terbaiknya 4,75 detik, Veddriq berhasil meraih medali emas mengungguli Wu Peng dari Tiongkok, yang meraih medali perak dengan waktu 4,77 detik.
Sam Watson dari Amerika Serikat juga mencetak sejarah dengan mencatatkan rekor dunia baru 4,74 detik pada perebutan medali perunggu.
Ini adalah momen penting dalam sejarah panjat tebing Olimpiade, terutama bagi Veddriq dan Aleksandra Mirosław, yang sebelumnya memenangkan emas kategori speed putri.
Perjuangan Veddriq untuk mendapatkan medali emas dimulai dengan mengalahkan atlet asal tuan rumah Prancis di perempat final dengan waktu 4,88 detik, dan membuatnya lolos ke semi final.
Di semi final, Veddriq semakin menunjukkan performa terbaiknya dengan mencatatkan waktu 4,78 detik, mengalahkan Alipour Alireza dari Iran yang mencatat waktu 4,84 detik. Hasil ini membuatnya melaju ke final.
Perolehan medali emas tersebut menjadikan Veddriq sebagai atlet pertama Indonesia yang berhasil menyumbangkan medali emas di Olimpiade Paris 2024.
Ibunda Veddriq, Rosita, mengatakan bahwa raihan medali emas ini tidak lepas dari kepribadian Veddriq yang kokoh dan teguh pendirian sejak kecil, meskipun dihadapkan dengan berbagai rintangan.
“Sejak kecil, Veddriq merupakan anak yang sangat gigih dan teguh pendirian. Jika ia mengatakan A, maka harus A. Dan setiap hari, bahkan di saat ada kebakaran hutan di Kalimantan, ia tetap berlatih di bawah kabut asap yang memenuhi langit Kalimantan,” ungkapnya kepada FPTI.(*)
Editor : Heri Sugiarto