Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pepe Pensiun: Bek Ikonik Real Madrid dan Portugal Umumkan Gantung Sepatu di Usia 41 Tahun

Heri Sugiarto • Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:25 WIB

Bek legendaris Portugal Pepe bersama Cristiano Ronaldo di Euro 2024. (Foto: AP)
Bek legendaris Portugal Pepe bersama Cristiano Ronaldo di Euro 2024. (Foto: AP)
PADEK.JAWAPOS.COM-Bek legendaris Portugal, resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola pada usia 41 tahun.

Mantan pemain Real Madrid ini mengungkapkan keputusannya mengakhiri karir selama 23 tahun, dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial, Kamis (8/8/2024).

Pepe memposting video berjudul Obrigado yang berarti terima kasih dalam bahasa Inggris, dan dimulai dengan montase pencahayaan strobo yang dramatis dengan semua trofi yang dimenangkan sepanjang kariernya dalam satu ruangan.

Dia kemudian menyaksikan berbagai momen penting dalam karier dan berbagi perasaannya saat meninggalkan sepak bola ini untuk selamanya dan berterima kasih kepada mereka yang telah membantunya di sepanjang jalan menuju kesuksesan.

"Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberi saya kebijaksanaan untuk dapat melanjutkan perjalanan saya. Saya tidak dapat tidak berterima kasih kepada semua presiden yang bertaruh pada saya dan percaya kepada saya," ungkapnya seperti dilansir dari Dailymail.

"Semua karyawan dari semua klub yang pernah saya bela, mereka adalah jiwa dan esensi. Dan juga tim nasional. Semua rekan setim dan pelatih saya, yang membantu saya tumbuh dan bersaing setiap hari. Semua penggemar, yang merupakan jiwa sepak bola," tambah Pepe.

Perjalanan Pepe Capai Karir Gemilang

Lahir di Brasil, Pepa diberi nama lengkap Kepler Laveran de Lima Ferreira oleh sang ayah untuk menghormati ilmuwan Johannes Kepler dan Charles Louis Alphonse Laveran.

Pepe pindah ke Portugal pada usia 17 tahun dan mulai meniti karirnya melalui jajaran pemain muda di berbagai tim Portugal.

Pada tahun 2004, Porto memberikan kesempatan besar pertama bagi Pepe di sepak bola senior.

Penampilannya yang mengesankan di klub papan atas Portugal tersebut menarik perhatian Real Madrid, yang kemudian memboyongnya ke Santiago Bernabeu dengan biaya £20 juta tahun 2007.

Di Madrid, Pepe menemukan rumah sepak bolanya dan membangun kemitraan dengan Sergio Ramos.

Selama 10 musim di klub ibu kota Spanyol itu, Pepe tampil dalam 334 pertandingan di semua kompetisi, mencetak 15 gol, memberikan 20 assist, serta menerima 79 kartu kuning dan tiga kartu merah.

Waktu Pepe di Madrid dipenuhi dengan kesuksesan besar, termasuk kemenangan dua kali di Piala Dunia Antarklub, dua kali di Piala Super UEFA, dua Piala Spanyol, tiga gelar LaLiga, tiga Piala Super Spanyol, dan yang paling bergengsi, tiga gelar Liga Champions.

Di Santiago Bernabeu, Pepe juga menjalin hubungan dekat dengan rekan senegaranya, Cristiano Ronaldo. Keduanya menjadi simbol kejayaan baik di level klub maupun tim nasional Portugal.

Setiap kali ada keberhasilan, keduanya tak terpisahkan dalam merayakan momen tersebut.

Sementara di timnas, mereka sering saling menghibur, seperti yang terakhir terjadi di Euro 2024, di mana Pepe bermain penuh selama 120 menit dalam kekalahan dramatis Portugal dari Prancis di babak perempat final.

Di Euro 2024 dia tercatat sebagai pemain tertua sepanjang sejarah kejuaraan Eropa tersebut. 

Setelah masa gemilang di Madrid, Pepe kembali ke Porto pada tahun 2019, di mana ia melanjutkan kariernya dengan memenangkan empat gelar Liga Primeira, lima Piala Portugal, lima Piala Super Portugal, dan satu trofi Interkontinental selama dua periode di klub tersebut.

Porto menjadi klub terakhir dalam kariernya, di mana ia terus tampil impresif, termasuk menjadi bintang dalam kemenangan melawan Arsenal di babak sistem gugur Liga Champions musim lalu.

Di level internasional, prestasi Pepe sama ikoniknya dengan yang ia raih di level klub. Dia adalah salah satu pemain kunci yang membantu Portugal mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih gelar besar pertama.

Pada Euro 2016, Pepe memainkan peran penting dalam kemenangan bersejarah Portugal atas Prancis di final, membawa pulang trofi yang sangat dinantikan.

Kesuksesan ini diikuti dengan kemenangan di UEFA Nations League 2019, menegaskan status Portugal sebagai kekuatan besar di sepak bola internasional.

Pepe mencatatkan 141 penampilan untuk timnas Portugal, menjadi sosok sentral dalam pertahanan tim selama bertahun-tahun.

Pensiunnya Pepe menandai akhir dari perjalanan luar biasa seorang bek yang dikenal karena gaya bertahannya yang agresif dan ketidakkompromiannya di lapangan.

Karirnya yang gemilang akan selalu dikenang oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia, terutama di Portugal dan Spanyol, di mana ia meraih kesuksesan besar dan meninggalkan warisan abadi.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#bek legendaris #euro 2016 #cristiano ronaldo #Kepler Laveran de Lima Ferreira #gantung sepatu #porto #euro 2024 #pepe pensiun #Trofi Pepe #portugal #liga champions #perjalanan karir pepe #pepe #real madrid