Setelah menjadi pemenang wanita pertama di Red Bull BC One World Final tahun 2018, Ami yang berusia 25 tahun, kini menjadi juara Olimpiade pertama cabang olahraga tersebut.
Dalam final kategori breakdance wanita Olimpiade, Ami berhasil memenangkan ketiga ronde melawan B-Girl Nicka (Dominika Banevic) dari Lithuania dengan skor 3-0, mendapatkan 16 suara dari para juri dibandingkan 11 suara untuk Nicka.
Ami dan Nicka berjuang dari babak penyisihan grup di antara 16 B-Girl hingga mencapai babak final, dengan melakukan 15 ronde break yang melelahkan sepanjang hari.
Medali perunggu diraih oleh B-Girl 671 (Qingyi Liu) dari Republik Rakyat Tiongkok setelah mengalahkan B-Girl India dari Belanda dengan skor 2-1, memperoleh 19 suara dari juri dibandingkan 8 suara yang diberikan kepada India.
Penampilan para B-girl menarik perhatian penonton dengan gerakan-gerakan bertenaga seperti headspin, windmill, dan backflip.
Olahraga yang sering disebut breakdancing, dipertandingkan sesuai dengan akarnya yaitu hip-hop, dengan MC yang menyemangati penonton dan DJ yang menyediakan soundtrack untuk para B-girl yang berkompetisi.
Panel yang terdiri dari sembilan juri menentukan pemenang setiap pertarungan, yang ditampilkan diiringi musik yang dipilih oleh DJ dan tidak diberitahukan sebelumnya kepada para peserta.
Kompetisi dimulai dengan 16 penari yang saling berhadapan dalam kelompok yang beranggotakan empat orang sebelum delapan penari teratas melaju ke perempat final.
Kemenangan Ami di kompleks olahraga Place de la Concorde, Paris, hari ini menandai tonggak penting dalam sejarah breaking sebagai cabang olahraga baru di Olimpiade.(*)
Editor : Heri Sugiarto