Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

AC Milan Dipermalukan Parma di Laga Serie A, Fonseca: Ini Tanggung Jawab Saya!

Heri Sugiarto • Minggu, 25 Agustus 2024 | 04:48 WIB

Selebrasi Matteo Cancellieri usai mencetak gol dan memastikan kemenangan 2-1 Parma atas AC Milan. (Foto: X @1913parmacalcio)
Selebrasi Matteo Cancellieri usai mencetak gol dan memastikan kemenangan 2-1 Parma atas AC Milan. (Foto: X @1913parmacalcio)
PADEK.JAWAPOS.COM-AC Milan mengawali musim Serie A 2024/2025 dengan catatan buruk setelah secara mengejutkan kalah 1-2 dari Parma di Stadion Ennio Tardini, Minggu dini hari WIB (25/8/2024).

Kekalahan ini memperlihatkan inkonsistensi permainan Rossoneri yang masih menjadi masalah sejak beberapa musim terakhir.

Kurang dari dua menit setelah kick-off, Parma langsung membuka keunggulan. Aksi cepat dari sisi kiri yang dimotori oleh Valeri berhasil memecah konsentrasi pertahanan Milan.

Davide Calabria tertinggal dalam adu lari, sementara umpan silang Valeri dimanfaatkan dengan baik oleh Dennis Man, yang sukses melepaskan diri dari pengawalan Theo Hernandez untuk mencetak gol.

Gol cepat ini memberikan kepercayaan diri tambahan bagi Parma, tim promosi yang tampil tanpa rasa takut.

Parma bahkan hampir menggandakan keunggulan ketika Adrian Sohm dan Valentin Mihaila mendapat peluang emas, namun penampilan sigap dari Pavlovic dan kiper Mike Maignan berhasil mencegah gawang Milan kebobolan lebih banyak.

Di sisi lain, Milan tampak kesulitan mengembangkan permainan dan sering kehilangan bola di lini tengah.

Babak kedua dimulai tanpa pergantian pemain dari kedua tim. Milan mencoba bangkit dengan lebih cepat mengancam lewat tembakan jarak jauh dari Reijnders yang mengenai mistar gawang.

Penampilan Milan terlihat lebih baik pada awal babak kedua ini, tapi masih gagal memanfaatkan momen.

Peluang dari Christian Pulisic dan Noah Okafor terbuang percuma, sementara Parma terus menjadi ancaman melalui serangan balik.

Upaya Milan untuk menyamakan kedudukan akhirnya membuahkan hasil melalui aksi brilian Rafael Leao.

Leao berhasil melewati Coulibaly dan melakukan umpan satu-dua dengan Theo Hernandez sebelum memberikan assist kepada Pulisic yang menyarangkan bola ke gawang untuk menyamakan skor menjadi 1-1.

Dengan skor imbang, Fonseca mencoba menambah daya serang dengan memasukkan Emerson dan Fofana.

Namun, strategi ini tidak membuahkan hasil. Sebaliknya, pergantian pemain yang dilakukan Parma terbukti lebih efektif.

Ketika Milan mencoba menekan untuk mencari gol kemenangan, Parma memanfaatkan kelengahan lini belakang Rossoneri dengan serangan balik cepat.

Almqvist, yang beroperasi di sisi kanan, berhasil mengirim umpan ke tengah yang diselesaikan dengan baik oleh Matteo Cancellieri, membuat Parma kembali unggul 2-1.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Milan, yang memiliki ambisi besar untuk bersaing di papan atas Serie A musim ini.

Pecchia Puas

Pelatih Parma, Fabio Pecchia memuji para pemainnya yang berhasil meraih kemenangan pertama di laga Serie A ini. 

"Cancellieri dan Almqvist baru bergabung sepuluh hari lalu. Memasukkan mereka ke dalam tim bukanlah hal yang mudah, dan kondisi mereka juga terbatas. Namun, karakteristik mereka jelas terlihat. Saya senang karena di saat-saat sulit, kontribusi mereka memungkinkan kami untuk memenangkan pertandingan yang sangat bagus," kata Fabio Pecchia.

Pecchia juga menyoroti perbedaan antara Serie A dan Serie B, serta adaptasi yang harus dilakukan timnya. "Tim-tim di Serie A lebih kuat dan sering menekan kami, tetapi ketika ruang terbuka, kami harus memanfaatkannya dengan baik. Saya senang dengan penampilan kami di babak pertama, namun juga di babak kedua, karena kami tidak hanya bertahan tetapi selalu berusaha untuk menang," tambahnya.

Kekecewaan Fonseca

Paulo Fonseca mengungkapkan kekecewaannya setelah pertandingan. Ia menyatakan bahwa performa tim dalam bertahan sangat buruk dan tidak dapat memenangkan pertandingan dengan pertahanan seperti itu. 

"Kami tampil buruk sebagai sebuah tim dan kalah dalam banyak duel, kami selalu terlambat. Terlalu banyak kesalahan, kami membiarkan Parma menciptakan terlalu banyak peluang," katanya seperti dilansir dari Gazzetta.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, dirinya menjadi orang pertama yang bertanggung jawab atas hasil laga ini. 

"Sayalah yang bertanggung jawab, saya tidak ingin lepas dari hal ini. Ini adalah masalah sikap kolektif, kurangnya agresivitas. Tim ini memiliki masalah umum dengan kemampuan menekan yang buruk. Apakah hal serupa juga terjadi pada Torino? Apakah saya memperkirakan semua masalah ini? Tidak. Mami menjalani pra-musim yang hebat, namun selalu lebih mudah untuk bermain melawan tim-tim besar di liga dibandingkan kami datang ke pertandingan dan bermain seperti ini. Sulit untuk dijelaskan," paparnya.

Fonseca harus segera menemukan solusi, terutama dengan jadwal padat yang sudah menanti Milan. Rangkaian pertandingan berat melawan Lazio, Venezia, serta derbi melawan Inter Milan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Rossoneri dalam beberapa pekan mendatang.

Milan perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menemukan cara untuk bangkit, jika tidak, ambisi mereka untuk bersaing di papan atas Liga Italia bisa semakin sulit terwujud.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#parma #paulo fonseca #Dennis Man #Pulisic #analisis kekalahan Milan #serie a #liga italia #ac milan #AC Milan vs Parma #Matteo Cancellieri