Pertandingan ini merupakan ulangan final Liga Champions 2023, dengan Inter yang tampil sebagai juara Serie A musim lalu, memamerkan kekuatan di lini pertahanan.
Inter lebih efektif dalam serangan balik pada awal pertandingan, dengan peluang terbaik di 60 menit pertama, termasuk kesempatan emas dari Henrikh Mkhitaryan. Namun, upaya mereka gagal membuahkan gol.
Setelah itu, Manchester City mulai meningkatkan intensitas serangan. Phil Foden dan Ilkay Gundogan hampir saja mencetak gol.
Pertahanan disiplin Inter terus menggagalkan peluang City. Begitu pula upaya Erling Haaland, yang berambisi menyamai rekor Cristiano Ronaldo sebagai pencetak 100 gol tercepat untuk klub, juga gagal membobol gawang Nerazzurri.
Pertandingan berakhir tanpa gol, berkat pertahanan yang sangat solid dari Inter Milan.
Nicolo Barella dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam pertandingan ini.
Panel Pengamat Teknis UEFA memuji kontribusi Barella di kedua sisi permainan.
"Barella tampil sebagai kapten sejati, bekerja keras dalam bertahan dan tenang saat menguasai bola. Ia juga mencatatkan jumlah umpan memecah lini pertahanan terbanyak meskipun dengan penguasaan bola terbatas," ungkap UEFA.
Di sisi lain, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui bahwa pertahanan rapat Inter membuat timnya kesulitan menciptakan gol.
"Inter adalah tim yang sangat kuat dalam bertahan dan transisi. Mereka bertahan dengan 11 pemain, dan kami kesulitan menciptakan peluang," ujar Guardiola kepada TNT Sports.
Guardiola juga menyampaikan bahwa Inter menerapkan taktik yang sangat rapat terhadap Haaland.
"Mereka lebih kuat dari kami dalam transisi dan kami kebobolan peluang kepada Lautaro (Martínez) dan Mkhitaryan. Tapi mereka menempatkan enam pemain untuk menjaga Haaland, tiga di depan dan tiga di belakang – itu membuat sulit bagi siapa pun, di mana pun. Saya bahkan mendengar bangku cadangan mereka berteriak 'lebih dekat, lebih dekat," jelas Guardiola.
Meskipun begitu, ia tetap merasa puas dengan performa timnya secara keseluruhan.
Guardiola berharap timnya bisa kembali ke performa terbaik menjelang laga akhir pekan melawan Arsenal, yang dipandang sebagai pesaing utama dalam perburuan gelar Premier League musim ini.
Sementara itu, pelatih Inter Milan, Filippo Inzaghi, memuji performa timnya yang berhasil menjalankan strategi dengan baik di kandang Manchester City.
"Saya meminta mereka bermain total, dan mereka melakukannya dengan luar biasa. Kami tahu kualitas yang dimiliki Manchester City, jadi kami harus bekerja keras sepanjang pertandingan," kata Inzaghi.
Selain bertahan dengan baik, timnya juga menciptakan beberapa peluang berbahaya. "Kami juga menciptakan beberapa peluang yang sangat bagus. Ketika kami bekerja dengan baik sebagai tim, kami membuat segalanya sulit bagi siapa pun," ujar Inzaghi.
Hasil imbang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Manchester City dalam 25 pertandingan kompetisi klub UEFA, sejak kekalahan tandang melawan Real Madrid pada Mei 2022.
Selain itu, ini menjadi hasil imbang kedua bagi City di kandang dalam 42 pertandingan Liga Champions di bawah asuhan Guardiola, setelah sebelumnya bermain imbang melawan Sporting CP pada Maret 2022.(*)
Editor : Heri Sugiarto