Florian Wirtz menjadi bintang dengan dua golnya pada menit ke-5 dan 36. Alex Grimaldo turut menyumbang gol pada menit ke-30. Gol bunuh diri Wellenreuther di menit ke-45 menutup pesta gol Leverkusen.
Werkself langsung tampil agresif sejak awal dan mencetak empat gol sebelum turun minum. Ini debut yang sensasional bagi Florian Wirtz di UEFA Champions League, dengan dua gol yang ia cetak di babak pertama.
Meskipun Feyenoord mencoba bangkit dan menekan di babak kedua, tapi tidak mampu menembus pertahanan solid Leverkusen. Pertandingan pun berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan tim tamu.
Kekalahan ini menandai kali ketiga dalam sejarah Feyenoord kebobolan empat gol di babak pertama pada laga Eropa.
Sebelumnya, mereka mengalami hal serupa pada 22 September 1965 melawan Real Madrid di European Cup dan 19 Oktober 1983 saat menghadapi Tottenham Hotspur di UEFA Cup.
Florian Wirtz yang terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan mengungkapkan kebahagiaannya bisa tampil apik di kompetisi elit Eropa ini.
"Saya tidak membayangkan semuanya akan berjalan sebaik ini. Saya sangat senang selama beberapa hari terakhir dan membayangkan akhirnya bisa bermain di Liga Champions. Saya senang bisa tampil seperti itu dan kami bermain baik sebagai tim," ungkapnya.
Selain penghargaan dan gol, gelandang berusia 20 tahun tersebut juga menyatakan bahwa yang lebih penting adalah berhasil menang sebagai tim.
"Ini adalah tugas yang sulit, tetapi kami melakukannya dengan baik. Sangat spesial bisa bermain di CL (Champions League), dan saya menantikan banyak pertandingan lagi musim ini," ujar Wirtz.
Gelandang Granit Xhaka juga mengungkapkan kegembiraannya atas kemenangan melawan Feyenoord.
"Kami menangani tugas sulit di laga tandang ini dengan sangat baik. Kami tidak banyak kebobolan di belakang, dan Anda tahu kami memiliki kualitas di lini depan. Ini adalah langkah awal yang baik hari ini, tetapi tidak lebih dari itu," ujarnya.
Xhaka juga mengenang momen-momen terbaiknya di UCL, termasuk saat berusia 19 tahun bersama Basel melawan Manchester United.
"Ada banyak momen indah, tetapi jika harus memilih satu, itu adalah pertandingan melawan Manchester United," kenangnya.
Ia juga menambahkan bahwa mendengarkan lagu Champions League selalu memberikan perasaan spesial, terutama sejak debutnya 14 tahun lalu melawan Cluj.
Pelatih Leverkusen, Xabi Alonso memuji penampilan anak asuhnya yang bermain sangat baik dalam laga ini.
"Kami tampil dengan sangat dewasa meskipun suasana pertandingan begitu spesial. Tim saya melakukan pekerjaan yang bagus. Di UEFA Champions League, Anda selalu harus mencetak gol, tapi juga harus bertahan dengan baik. Kami berhasil melakukannya hari ini. Sekarang kami harus terus mempertahankan performa ini di pertandingan-pertandingan selanjutnya," kata Alonso.(*)
Editor : Heri Sugiarto