Almeida masuk pada saat sulit, di mana Semen Padang FC tertahan di zona degradasi klasemen sementara Liga 1 2024, menempati posisi ke-16 dari 18 klub.
Tim berjuluk "Kabau Sirah" ini hanya berhasil mengumpulkan tiga poin dari hasil satu kemenangan dan empat kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.
Pelatih asal Portugal yang bernama lengkap Eduardo Filipe Arroja Almeida ini pernah menangani Semen Padang di Liga Indonesia musim 2019 sebelum degradasi ke Liga 2.
Berdasarkan informasi dari Transfermarkt, Almeida yang lahir di Cabanas do Chao, Portugal, pada 22 Maret 1978, kini berusia 46 tahun dan mengantongi lisensi kepelatihan Pro Kontinental. Ia dikenal dengan formasi favoritnya 4-3-3 dengan pendekatan defensif.
Kepastian penunjukan Almeida sebagai pelatih baru Semen Padang FC disampaikan langsung oleh CEO SPFC, Win Bernadino.
Menurutnya, ada beberapa alasan utama yang menjadi pertimbangan pemilihan Almeida.
“Intinya kenapa kita memilih coach EA karena beberapa pertimbangan. Pertama, Eduardo memiliki pengalaman di Liga 1 sehingga tidak butuh waktu lama untuk adaptasi. Yang kedua, sampai saat ini masih mengikuti Liga 1 Indonesia. Yang ketiga, ia telah mengenal karakter SPFC, dan yang terakhir, Eduardo sudah mengenal Kota Padang serta memiliki ikatan emosional tersendiri dengan SPFC,” jelas Win.
Eduardo sebelumnya harus berpisah dengan SPFC, kata Win, karena regulasi liga 2 ketika itu tidak memperbolehkan pelatih asing menjadi pelatih kepala. Setelah itu, Eduardo melatih Arema FC dan Rans Nusantara.
Dengan pengalaman yang dimiliki Almeida di Liga 1, diharapkannya Almeida tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan atmosfer kompetisi dan segera memberikan dampak positif bagi Rosad Setiawan dan kawan-kawan.
“Kita tentunya berharap Almeida mampu membawa perbaikan dan perubahan untuk tim. Semoga kita bisa meraih hasil positif dengan racikan EA nanti. Mohon dukungannya seluruh pecinta SPFC,” tambah Win.
Sebelum kembali ke Semen Padang, Almeida memiliki rekam jejak kepelatihan di beberapa klub, termasuk RANS Nusantara FC dan Arema FC.
Di RANS Nusantara FC, ia menjabat sebagai pelatih kepala dari 14 Mei 2023 hingga Februari 2024, memimpin tim dalam 26 pertandingan dengan catatan 8 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 9 kekalahan.
Sementara di Arema FC, Almeida melatih dari Mei 2021 hingga September 2022 dengan meraih 26 kemenangan dari 48 pertandingan.
Selain di Indonesia, Almeida juga memiliki pengalaman melatih di berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Oman, hingga Portugal.
Ia pernah menangani klub-klub seperti Melaka United FC, SC Angrense, hingga CD Pinhalnovense. Pengalaman internasionalnya ini membuat Almeida memiliki wawasan taktik yang luas dan kemampuan beradaptasi di berbagai liga.
Kembalinya Almeida ke Semen Padang diharapkan dapat memberikan angin segar bagi tim yang sedang terpuruk ini.
Pada periode pertamanya melatih Semen Padang, Almeida memimpin tim dalam 16 pertandingan dengan hasil 5 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 6 kekalahan.
Kali ini, ia diharapkan dapat meningkatkan performa tim dan membawa Semen Padang keluar dari zona degradasi.
Dengan pengalaman dan strategi yang dimilikinya, Almeida diharapkan mampu membangun tim yang lebih solid dan kompetitif.
Para pendukung Semen Padang pun berharap Almeida bisa mengangkat performa tim kebanggaan ranah Minang ini menjauh dari ancaman degradasi.(*)
Editor : Heri Sugiarto