Tekanan kuat dirasakan Milan untuk tampil maksimal, mengingat hasil buruk di awal musim ini di bawah asuhan pelatih baru, Paulo Fonseca.
Milan hanya meraih satu kemenangan dari lima laga pertama Serie A. Momentum kemenangan 4-0 atas Venezia pekan lalu, terhapus oleh kekalahan 1-3 dari Liverpool di Liga Champions.
Fonseca harus membuat keputusan tepat dalam pemilihan pemain untuk laga ini. Jika gagal, bisa jadi ini akan menjadi susunan pemain terakhir yang ia buat sebagai pelatih Milan.
Masalah cedera juga menambah beban bagi pelatih asal Portugal tersebut.
Ismael Bennacer dipastikan absen hingga 2025 setelah menjalani operasi betis, Marco Sportiello mengalami cedera tangan, dan Alessandro Florenzi absen karena operasi lutut.
Selain itu, Davide Calabria mengalami cedera pada saat terakhir dan dipastikan absen, sementara Malick Thiaw diragukan tampil akibat cedera pergelangan kaki.
Menurut laporan terbaru, Fonseca menguji formasi 4-4-2 dalam sesi latihan dengan menempatkan Tammy Abraham dan Alvaro Morata sebagai duet penyerang.
Keduanya tampil cukup baik di awal musim ini, terutama Abraham, sehingga dapat dimengerti mengapa Fonseca ingin memasang mereka sejak menit pertama.
Perubahan ini membuat Ruben Loftus-Cheek harus duduk di bangku cadangan, dengan Youssouf Fofana dan Tijjani Reijnders mengisi posisi gelandang tengah.
Christian Pulisic dan Rafael Leao akan tetap berada di sayap. Tapi, mereka dituntut bermain lebih bertahan mengingat perubahan formasi ini.
Di lini belakang, Matteo Gabbia tampaknya akan mendampingi Fikayo Tomori sebagai bek tengah, mengungguli Strahinja Pavlovic yang bermain penuh saat melawan Venezia dan Liverpool.
Cedera yang dialami Calabria membuat Emerson Royal akan mengisi posisi bek kanan.
Meskipun tampil cukup baik saat melawan Venezia, Emerson belum menunjukkan performa yang mengesankan dan masih perlu membuktikan diri sebagai andalan Milan.
Catatan Pertemuan
AC Milan telah menghadapi Inter sebanyak 223 kali di semua kompetisi sepanjang hampir 125 tahun. Inter lawan kedua yang paling sering dihadapi setelah Juventus (225 kali).
Rekor pertemuan Milan adalah 71 kemenangan, 67 hasil imbang, dan 85 kekalahan, dengan persentase kemenangan sebesar 31,8%.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rossoneri mengalami masa sulit di derby. Mereka kalah dalam enam pertemuan terakhir.
Kemenangan terakhir Milan atas Inter terjadi pada paruh pertama musim 2022-2023 saat masih menjadi juara bertahan Serie A.
Sejak saat itu, Inter selalu menang dan mencetak 14 gol berbanding 2 gol Milan.
Musim 2023-2024 mungkin menjadi yang terburuk bagi Milan, ketika dihancurkan 5-1 oleh Nerazzurri, yang diikuti kekalahan 2-1 pada laga ‘kandang’ Milan, yang akhirnya mengantarkan Inter meraih Scudetto ke-20.
Fonseca mengakui bahwa timnya belum memiliki konsistensi permainan yang diperlukan, namun ia tetap optimistis.
"Kami telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi lawan tangguh ini. Kami ingin bermain sesuai prinsip kami: bertahan lebih baik dan mencetak lebih banyak gol," ungkapnya.
Menurutnya, ada momen di mana timnya harus bertahan dan bermain lebih dalam. Namun harus tetap rapat dan berusaha merebut bola dengan cepat.
Ponseca mengaku selalu merasakan kepercayaan dari klub terhadap pekerjaan yang tengah dilakukannya saat ini.
"Ibrahimovic selalu positif, dia selalu dekat dan kami banyak berbicara. Suara-suara dari luar? Itu tidak penting bagi saya, saya fokus pada diri saya sendiri, pada tim, dan saya percaya pada apa yang saya lakukan," tambahnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto