Pertandingan yang digelar di Old Trafford ini menjadi ajang frustrasi bagi Erik ten Hag, yang kembali disorot karena timnya gagal meraih kemenangan.
Gol penyeimbang Twente dicetak oleh Sam Lammers, yang memanfaatkan kesalahan fatal Christian Eriksen di babak kedua.
Sebelumnya, Eriksen membawa Manchester United unggul lebih dulu lewat gol spektakuler di babak pertama.
Erik ten Hag, yang memiliki sejarah panjang bersama FC Twente sebagai pemain dan pelatih, menyesali kurangnya intensitas permainan timnya di babak kedua.
United gagal menambah gol dan harus puas dengan satu poin di pertandingan pertama fase grup Liga Europa ini.
Pertandingan ini menjadi awal yang kurang memuaskan bagi Manchester United, yang kembali berlaga di kompetisi Eropa setelah meraih tiket Liga Europa melalui kemenangan mengejutkan di Piala FA melawan Manchester City pada Mei lalu.
Meski begitu, harapan besar di awal musim ini sedikit ternoda dengan hasil imbang melawan tim peringkat terendah berdasarkan koefisien UEFA dalam grup itu.
Sementara itu, bagi Twente, hasil ini menjadi catatan bersejarah. Fans yang hadir di Old Trafford bersorak kegirangan saat peluit akhir dibunyikan. Mereka merayakan keberhasilan tim mereka mencuri poin dari raksasa Inggris.
Ten Hag, yang menghabiskan 23 tahun di Twente sebagai pemain dan pelatih, sempat mengatakan sebelum pertandingan: "Tidak menyenangkan melukai sesuatu yang kau cintai." Meski begitu, dia menargetkan kemenangan.
Gol Eriksen seakan membuka jalan untuk kemenangan, tapi Twente berhasil memberikan perlawanan sengit.
Sam Lammers, yang sempat hampir mencetak gol di awal pertandingan, akhirnya berhasil menaklukkan Andre Onana setelah merebut bola dari Eriksen di babak kedua.
Manchester United harus segera berbenah jika ingin lolos dari fase grup yang penuh tantangan, sementara Twente akan semakin percaya diri menghadapi laga-laga selanjutnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto