Gol penentu kemenangan dicetak oleh Jonathan David melalui penalti di pengujung babak pertama, setelah Eduardo Camavinga dinyatakan melakukan handball melalui tinjauan VAR.
Penalti tersebut adalah hasil minimal dari dominasi Lille selama 45 menit pertama yang berlangsung menegangkan.
Tuan rumah berpeluang unggul lebih awal ketika David hampir mencetak gol dari jarak dekat. Tapi, usahanya berhasil digagalkan oleh kiper Real Madrid, Andriy Lunin.
Pada babak kedua yang berlangsung sengit, Lille dan Madrid sama-sama menciptakan peluang.
Madrid memasukkan bintang-bintang seperti Kylian Mbappe, Luka Modric dan Arda Guler untuk memecah kebuntuan. Namun pertahanan Lille tetap kokoh.
Dua kali bola berhasil dibersihkan dari garis gawang. Penjaga gawang Lille, Lucas Chevalier, juga tampil luar biasa dengan beberapa penyelamatan penting.
Ini bukan kemenangan kebetulan bagi Lille. Tim Prancis tersebut memang bermain dengan disiplin tinggi dan mampu mengimbangi permainan juara bertahan Liga Champions.
Taktik Lille yang percaya diri mengalirkan bola dengan baik di lini tengah dan tetap menjaga serangan membuat Real Madrid kewalahan.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah. Sebelumnya, Lille hanya mampu meraih satu kemenangan dari 15 laga kandang terakhir di Liga Champions, dengan enam kali imbang dan delapan kali kalah.
Dengan kualitas yang ditunjukkan di semua lini, tim asuhan Bruno Genesio ini tampaknya bakal menghadirkan lebih banyak kejutan di Liga Champions musim ini.
Di sisi lain, Real Madrid yang diasuh pelatih Carlo Ancelotti, datang ke pertandingan ini dengan rekor tak terkalahkan dalam 36 laga kompetitif terakhir, sejak kekalahan 4-2 setelah perpanjangan waktu melawan Atletico Madrid di ajang Copa del Rey pada Januari lalu.
Di Liga Champions, Los Blancos juga tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan terakhir, dengan 10 kemenangan dan empat kali imbang, serta total tak terkalahkan dalam 15 laga di kompetisi klub UEFA.(*)
Editor : Heri Sugiarto