Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo, enggan menyalahkan kapten Les Bleus itu. Namun ia mencatat adanya tekanan yang diberikan oleh klub kepada para pemain.
Mbappe tidak dipanggil oleh Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps untuk pertandingan UEFA Nations League melawan Israel pada Kamis (10/10) dan Belgia pada Senin (14/10).
Meskipun demikian, penyerang Real Madrid tersebut tampil sebagai starter dalam kemenangan 2-0 melawan Villarreal di akhir pekan kemarin.
Situasi ini memicu kekecewaan di kalangan pendukung Les Bleus, yang melihat Mbappe absen dari timnas meski dinilai sudah fit.
"Tidak ada yang lebih penting daripada tim Prancis dan tim nasional lainnya," tegas Diallo.
Diallo menjelaskan bahwa Deschamps telah berbicara langsung dengan Mbappe dan staf medis Real Madrid sebelum memutuskan untuk tidak memanggil sang kapten.
Mbappe merasa belum sepenuhnya pulih dan memilih untuk absen dalam jeda internasional ini agar bisa kembali fit sepenuhnya. Keputusan tersebut dipahami oleh Deschamps.
"Ini tidak memengaruhi rasa cinta Kylian terhadap timnas Prancis," tambahnya.
Diallo juga menyoroti jadwal pertandingan yang semakin padat, yang kini mulai banyak dibicarakan oleh para pemain.
"Tim nasional tidak boleh menjadi korban dari kalender internasional yang semakin padat. Saat ini, pemain top harus menjalani sekitar 65 pertandingan per tahun," ujarnya.
Untuk itu, Diallo mengajak klub, tim nasional, dan badan sepak bola internasional untuk berdialog guna menemukan solusi yang lebih baik.
"Ada tekanan dari klub terhadap pemain. Banyak klub besar yang memiliki ambisi tinggi cenderung tidak ingin melepas pemain mereka ke tim nasional," keluh Diallo, merujuk pada contoh lainnya seperti Vinicius Jr yang juga absen membela Brasil.(*)
Editor : Heri Sugiarto