Tuchel menandatangani kontrak selama 18 bulan dengan misi utama mengakhiri penantian 60 tahun Inggris untuk memenangkan Piala Dunia, dengan turnamen selanjutnya akan digelar pada 2026.
Pelatih asal Jerman yang sebelumnya sukses memimpin Chelsea dan Paris Saint-Germain (PSG) ini yakin bahwa Inggris memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan internasional.
Namun, penunjukan Tuchel tak lepas dari kontroversi, terutama di kalangan media Inggris. Salah satu media terkemuka, Daily Mail, menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan FA memilih pelatih asing, bahkan menyebut hari penunjukan Tuchel sebagai "hari kelam bagi Inggris."
Skeptisisme Media dan Publik
Skeptisisme berkembang di antara penggemar dan media terkait kemampuan Tuchel untuk mengulangi kesuksesannya di level klub bersama tim nasional Inggris.
Daily Mail meragukan apakah Tuchel, meski memiliki rekam jejak mentereng di Eropa, mampu mengatasi tekanan besar serta ekspektasi tinggi dari publik sepak bola Inggris.
Media tersebut menyuarakan pandangan bahwa Inggris membutuhkan sosok pelatih yang lebih patriotik dan berfokus pada kepentingan negara, mencerminkan sentimen sebagian besar penggemar yang berharap pelatih lokal dapat memimpin The Three Lions menuju kejayaan di Piala Dunia 2026.
Tantangan Tuchel: Menaklukkan Skeptisisme
Meskipun menghadapi kritik, Tuchel dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik di Eropa, dengan sejumlah gelar bergengsi di bawah namanya.
Kontrak yang berlaku hingga Piala Dunia 2026 ini memberi Tuchel waktu untuk membuktikan kemampuannya dan menjawab skeptisisme yang berkembang di kalangan publik Inggris.
Penunjukan Tuchel menjadi babak baru bagi Timnas Inggris, di mana ia diharapkan mampu memberikan hasil positif dalam waktu singkat.
Sebagai pelatih Jerman pertama yang memimpin Inggris, Tuchel juga menjadi pelatih asing ketiga dalam sejarah Timnas Inggris, mengikuti jejak Sven-Göran Eriksson dan Fabio Capello.
Reputasi dan Pengalaman Tuchel di Inggris
Reputasi Tuchel di Inggris sudah terbukti selama masa jabatannya di Chelsea.
Dalam 100 pertandingan bersama The Blues, ia sukses membawa klub tersebut meraih gelar Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub, meskipun masa kepelatihannya hanya berlangsung selama 589 hari.
Dengan pengalaman tersebut, FA berharap Tuchel dapat membawa Inggris mencapai prestasi lebih besar, termasuk memenangkan trofi internasional yang telah lama dinantikan oleh para penggemar.
Siap Akhiri 60 Tahun Penantian
CEO FA Mark Bullingham, menegaskan bahwa pelatih asal Jerman berusia 51 tahun ini diharapkan dapat membawa Inggris "melewati batas" di turnamen besar setelah beberapa kali nyaris berhasil di bawah Gareth Southgate.
Dalam konferensi pers perkenalannya di Stadion Wembley, Tuchel menyatakan keyakinannya terhadap skuat Inggris dan federasi sepak bola negara tersebut.
"Gareth Southgate dan FA telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam hal stabilitas dan konsistensi," ujar Tuchel seperti dilansir The Independent.
Tuchel juga memuji hasil-hasil yang telah dicapai tim Inggris di turnamen-turnamen sebelumnya, termasuk perempat final, semifinal, dan dua final dalam empat turnamen terakhir.
Selain itu, ia menyoroti keberhasilan tim-tim muda dan tim wanita Inggris yang telah memenangkan beberapa gelar.
"FA memiliki kualitas dan pengetahuan yang sangat baik, dan itu salah satu alasan besar saya mengambil pekerjaan ini. Saya berharap bisa memadukan ide-ide saya dengan fondasi yang telah dibangun oleh Southgate dan FA, serta menambahkan sedikit ekstra untuk membawa kami menuju kemenangan," jelasnya.
Dengan tantangan besar di depan, Tuchel diharapkan dapat memenuhi harapan publik Inggris dan mengakhiri 60 tahun penantian gelar Piala Dunia.(*)
Editor : Heri Sugiarto