Phil Foden membuka keunggulan City dengan gol cepat di bawah tiga menit sejak laga dimulai.
Manuel Akanji mengirim umpan kepada Phil Foden di tepi area penalti, dan Foden menunjukkan keterampilan yang baik sebelum melepaskan tembakan rendah yang melewati kiper Vindahl.
Gol ini menjadi awal yang tidak diinginkan bagi Sparta Praha yang belum terkalahkan.
Namun, butuh waktu hingga mendekati satu jam pertandingan bagi Erling Haaland untuk memperbesar keunggulan melalui gol akrobatiknya yang memukau.
Meskipun tampak sulit untuk menjangkau umpan silang Savinho dari kanan, Haaland berhasil beradaptasi dengan baik dan mencetak gol dengan tendangan back-heel volley yang melambung ke atas dan melewati kiper Vindahl.
Gol tersebut menambah keunggulan City menjadi 2-0 dan penyelesaian yang sangat tidak konvensional sehingga membuat kiper Sparta terkejut.
John Stones kemudian mencetak gol ketiga bagi City pada menit ke-64, setelah sukses mencetak gol kemenangan di laga sebelumnya melawan Wolves.
Kali ini, Stones mencetak gol dengan sundulan terarah yang mengarah ke sudut atas gawang, berkat umpan sempurna Matheus Nunes.
Haaland memperbesar keunggulan dengan gol keduanya pada menit ke-68. Setelah kombinasi cepat dari Lewis dan Foden, Matheus Nunes memberikan assist kepada striker Norwegia itu, yang mencetak gol indah dan membawa skor menjadi 4-0.
Dengan dua gol tersebut, Haaland kini telah mengumpulkan total 44 gol dalam 42 penampilan di Liga Champions serta mencetak dua gol atau lebih dalam 14 pertandingan di kompetisi ini.
Kemenangan City semakin lengkap setelah Matheus Nunes berhasil mengeksekusi penalti di menit-menit akhir pertandingan, dan memastikan kemenangan meyakinkan bagi tim asuhan Pep Guardiola.
Phil Foden, yang terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan, mengatakan kepada UEFA.com, “Mereka membuat kami bekerja keras, dan sebenarnya sangat sulit di paruh pertama setelah kami mencetak gol cepat. Mereka bermain lebih kompak, ada lebih sedikit ruang, dan mereka beberapa kali melukai kami saat serangan balik. Itu adalah sesuatu yang kami bicarakan di ruang ganti saat jeda, untuk memperbaiki kekurangan dan mendapatkan permainan kami kembali. Saya rasa paruh kedua jauh lebih baik," jelasnya.
Sementara itu, pelatih Sparta Praha, Lars Friis, mengakui kesulitan timnya setelah gol kedua City.
“Hal ini menjadi menyakitkan di paruh kedua setelah skor menjadi 2-0. Kami kesulitan menghadapinya. Mereka adalah tim terbaik di dunia dengan pemain-pemain terbaik. Mamun saya cukup puas dengan penampilan di paruh pertama. Kami memiliki beberapa peluang, tetapi tidak mampu memanfaatkannya,” ungkapnya.
Sejak menit ke-60, kata Friis, timnua tidak bisa mengendalikan permainan seperti yang dilakukan City. "Hingga skor 2-0, saya cukup puas dengan performa para pemain. Secara umum, saya tidak bisa menyalahkan mereka malam ini. Kami menghadapi lawan kelas dunia," tambahannya.(*)
Editor : Heri Sugiarto