Kemenangan ini tidak hanya menjadi pukulan telak bagi tim tuan rumah, tapi juga mengukuhkan posisi Barcelona di puncak klasemen La Liga dan menghentikan empat kekalahan dalam pertandingan melawan rival abadi.
Barcelona tampil mengesankan dengan penguasaan bola mencapai 59 persen dan melepaskan 15 tembakan, di mana tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Sebaliknya, Real Madrid hanya mencatatkan sembilan tembakan dengan empat di antaranya yang berhasil mengarah ke gawang.
Meskipun Madrid memiliki 25 sentuhan di area kotak penalti lawan, Barcelona menunjukkan ketajaman dalam penyelesaian akhir.
Gol pembuka dicetak oleh Robert Lewandowski di menit ke-53, yang berhasil memanfaatkan umpan pendek untuk mengelabui kiper Real Madrid, Andriy Lunin.
Lewandowski kemudian kembali mencetak gol tiga menit kemudian dengan sundulan menyusul umpan silang dari sisi kiri.
Barcelona menambah keunggulan melalui Lamine Yamal menit ke-77 dan Raphinha menit ke-84 sehingga memastikan kemenangan dengan skor 4-0.
Real Madrid Menghadapi Evaluasi Besar
Kekalahan ini merupakan yang pertama bagi Real Madrid di musim ini. Pelatih Carlo Ancelotti harus melakukan evaluasi menyeluruh untuk mempertahankan gelar La Liga.
Real Madrid terjebak dalam jebakan offside sebanyak 12 kali, dengan Kylian Mbappe sering kali gagal dalam timing lari.
Saat ini, Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak bagi Madrid dengan enam gol dalam sepuluh pertandingan, sementara Vinicius Junior menyumbang lima gol dan empat assist.
Sedangkan Robert Lewandowski memimpin daftar pencetak gol terbanyak La Liga dengan 14 gol.
Kemenangan Bersejarah Barcelona
Dengan hasil ini, Barcelona kini unggul enam poin dari Real Madrid di klasemen La Liga, serta memiliki selisih gol jauh lebih baik. Telah mencapai 17 gol lebih banyak.
Ini juga menjadi kemenangan pertama Barcelona atas Real Madrid sejak Maret 2023, dan kemenangan dengan margin empat gol tercatat sebagai yang ketiga sejak tahun 2000.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick menurunkan lima pemain muda dalam starting eleven. Komitmen klub untuk mengembangkan talenta muda.
"Kami bermain dengan sangat baik. Kami tahu bagaimana mengatasi minggu yang sulit dengan pertandingan yang berat," ungkap Marc Casado, salah satu pemain muda Barcelona yang tampil cemerlang melawan Real Madrid.
Strategi Jebakan Offside
Sementara itu, Kiper Barcelona, Inaki Pena mengungkapkan bahwa timnya menerapkan strategi garis pertahanan tinggi sebagai kunci keberhasilan saat mengalahkan Real Madrid di El Clasico.
Strategi itu membuat para pemain Real Madrid sering terjebak offside dan gagal menyelesaikan peluang untuk mencetak gol.
“Pelatih kami mengatakan bahwa bermain dengan garis pertahanan tinggi adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan. Meskipun berisiko, kerja keras seluruh tim terlihat dari jebakan offside yang kami ciptakan," ungkapnya seperti dilansir dari Al Jazeera.
Manajer Real Madrid, Carlo Ancelotti, mengakui bahwa timnya sudah memperkirakan strategi garis pertahanan Barcelona itu.
“Kami tahu mereka akan menggunakan garis pertahanan tinggi ini dan kami hanya melewatkannya,” kata Ancelotti.
Ia menambahkan, “Mbappe memang offside di beberapa kesempatan, tetapi dia masih memiliki tiga atau empat peluang.”
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Barcelona siap bersaing di La Liga musim ini. sementara Real Madrid harus menghadapi tantangan berat untuk bangkit kembali setelah kekalahan telak di kandang sendiri.(*)
Editor : Heri Sugiarto