Menjelang pertemuan ini, Pelatih Man City, Pep Guardiola, mengungkapkan bahwa ia tidak mengharapkan kemenangan besar seperti yang diraih pada pertemuan terakhir kedua tim tahun 2022.
Pada Februari 2022, City berhasil mengalahkan Sporting dengan skor telak 5-0 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Saat itu, gol-gol dari Riyad Mahrez, Bernardo Silva (2), Phil Foden, dan Raheem Sterling mengantarkan City meraih kemenangan besar yang memudahkan langkah mereka ke perempat final.
Namun, Guardiola mengingatkan bahwa kali ini situasinya berbeda.
Sporting yang diasuh Pelatih Ruben Amorim telah mengalami perombakan skuad signifikan dan berhasil menjuarai liga Portugal pada Mei lalu.
Gelar tersebut menandai kemenangan liga kedua mereka dalam empat musim terakhir, setelah 19 tahun menunggu.
Antisipasi Laga Ketat
Guardiola mengakui bahwa perubahan di kubu Sporting akan menjadikan laga ini lebih ketat.
"Saya tidak pernah berpikir sebelum pertandingan bahwa kami akan menang dengan skor besar, empat atau lima gol. Pertandingan kali ini berbeda," ujar Guardiola.
“Pertandingan sebelumnya adalah babak gugur dengan momentum berbeda, apalagi sekarang kami juga kehilangan beberapa pemain kunci," imbuhnya.
Guardiola juga mengamati gaya permainan Sporting yang tetap konsisten di bawah manajer yang sama meski dengan komposisi pemain yang baru.
“Mereka masih memiliki pola permainan yang jelas. Sekarang, mereka lebih banyak menguasai bola dari belakang. Dua tahun lalu mereka memiliki penyerang yang lebih sering terhubung, sekarang Gyokeres memberikan ancaman dengan lari cepatnya ke belakang,” jelasnya.
Selain perubahan pada strategi menyerang, Guardiola juga memuji perkembangan Sporting.
“Mereka telah memenangkan liga dua kali dalam empat musim, menunjukkan kerja keras dan kualitas yang luar biasa dari manajer mereka,” tambahnya.
Pertandingan ini akan menjadi ujian penting bagi Manchester City, yang juga berambisi mempertahankan performa gemilang di Liga Champions.(*)
Editor : Heri Sugiarto