Hasil imbang ini menghentikan rekor kemenangan beruntun Ajax, yang gagal mengamankan tiga poin meskipun berulang kali menyamakan kedudukan.
Meski peluang lebih banyak dimiliki Ajax, FC Twente mampu memanfaatkan momen dengan baik dan memimpin dua kali sebelum Ajax menyusul.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan berjalan intens sejak awal, dengan kedua tim sama-sama menunjukkan permainan agresif.
Gol pembuka terjadi pada menit ke-42 melalui kesalahan dari pemain Ajax, Youri Baas. Bola jatuh di kaki Michel Vlap, yang kemudian dengan tenang melepaskan tembakan ke pojok jauh gawang Ajax, membawa Twente unggul 1-0.
Meski Ajax menguasai lebih banyak peluang di babak pertama, Twente berhasil memimpin hingga turun minum.
Ajax kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-59 melalui aksi Davy Klaassen. Setelah menerima umpan indah dari Kenneth Taylor, Klaassen menyelesaikan serangan dengan tendangan yang sempurna ke gawang Twente, membuat skor menjadi 1-1.
Tidak butuh waktu lama bagi Twente untuk merespons. Pada menit ke-65, Michel Vlap kembali mencetak gol keduanya.
Kali ini, ia menembakkan bola dengan akurat ke pojok jauh gawang, membuat kiper Ajax tak berkutik. Twente kembali unggul 2-1.
Namun, hanya dua menit kemudian, Ajax kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Kenneth Taylor memainkan peran penting dengan umpan silang keras yang diarahkan tepat ke depan gawang, di mana Brian Brobbey Traore berdiri di posisi yang sempurna untuk menyelesaikannya.
Pada menit ke-72, Twente hampir kembali memimpin melalui tembakan pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers. Namun tendangannya melebar tipis di sisi gawang.
Hasil pertandingan imbang 2-2 ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara Eredivisie. Twente berada di posisi kelima dengan 22 poin, sedangkan Ajax di posisi ketiga klasemen dengan 26 poin.
Reaksi Pemain dan Pelatih
Ricky van Wolfswinkel, pemain pengganti FC Twente, menyayangkan hasil ini karena Ajax bisa membalas gol terlalu cepat.
"Gol balasan mereka datang terlalu cepat. Kami seharusnya bisa mempertahankan keunggulan lebih lama untuk mengontrol jalannya pertandingan," ungkapnya.
Sedangkan Michel Vlap, pencetak dua gol untuk Twente, juga mengungkapkan kekecewaannya.
"Kami semestinya bisa mengamankan kemenangan dalam pertandingan seperti ini. Ajax bermain bagus di babak pertama, dan kami kesulitan. Namun di babak kedua, setelah beberapa perubahan, kami bermain lebih baik dan menciptakan banyak peluang,” ujarnya.
Pelatih Ajax, Francesco Farioli, menyoroti karakter kuat yang ditunjukkan timnya dalam pertandingan ini. Mereka cepat bangkit untuk menyamakan kedudukan.
"Kami menunjukkan banyak karakter dan keberanian dengan dua kali menyamakan kedudukan. Kami punya banyak peluang di babak pertama, meskipun babak kedua lebih terbuka. Kami memiliki momen untuk merebut tiga poin, namun gagal memanfaatkannya. Secara keseluruhan, kami harus bangga dengan performa ini. Kami sedang membangun tim dan membentuk cerita kami sendiri,” kata Farioli kepada ESPN.
Di sisi lain, pelatih FC Twente, Joseph Oosting, mengakui bahwa timnya tampil baik meski gagal mengunci kemenangan.
"Di babak pertama, Ajax tampil kuat dan membuat kami kesulitan. Tapi di babak kedua kami lebih menguasai pertandingan dan menciptakan peluang. Seharusnya kami bisa mencetak gol ketiga untuk mengamankan kemenangan, namun Ajax kembali menyamakan skor," jelasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto