Ryo Matsumura menjadi pahlawan kemenangan dengan mencetak satu-satunya gol pada menit ke-67, memanfaatkan assist dari Witan Sulaeman.
Kemenangan Persija tidak diraih dengan mudah. Kedua tim terlibat dalam permainan sengit. Saling berbalas serangan yang berlangsung alot selama 90 menit.
Babak pertama berakhir tanpa gol, meskipun kedua tim menciptakan beberapa peluang.
Pada menit ke-6, tim asuhan Carlos Pena hampir membuka skor lewat kerja sama antara Marko Simic dan Gustavo Almeida, tapi lini pertahanan Semen Padang mampu menghalau serangan tersebut.
Semen Padang yang diasuh Pelatih Eduardo Almeida juga memiliki peluang pada menit ke-13 melalui tembakan jarak jauh Gala Pagamo, tetapi masih meleset.
Memasuki menit ke-22, Semen Padang kembali mengancam melalui sepakan Cornelius Stewart yang sayangnya melenceng tipis dari gawang.
Di sisi lain, Persija terus berusaha mencari celah. Syahrian Abimanyu hampir mencetak gol pada menit ke-37, namun tembakannya melebar.
Pada babak kedua, Persija tampil lebih agresif. Hasilnya, Matsumura akhirnya mencetak gol yang memecah kebuntuan, setelah menerima umpan matang dari Witan Sulaeman.
Semen Padang berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, dengan beberapa upaya dari trio asing: Bruno Dybal, Tin Martic, dan Cornelius Stewart, yang bergantian mengancam gawang Persija.
Bahkan, Semen Padang hampir mencetak gol penyama kedudukan pada injury time. Bruno Dybal mengeksekusi tendangan bebas pada menit ke-90+3 yang mengarah ke tiang gawang Persija.
Untungnya, Carlos Eduardo dengan sigap menangkap bola muntahan dan berhasil mencegah skor berubah menjadi imbang.
Dengan hasil ini, Persija Jakarta mengamankan tiga poin berharga dan berada di papan atas Liga 1, terpaut tiga poin dari pemimpin klasemen Persebaya.
Sedangkan Semen Padang masih terpuruk di zona degradasi, berada di posisi ke-18 dengan hanya 6 poin.(*)
Editor : Heri Sugiarto