Kekalahan ini membuat United berada di posisi ke-13 pada klasemen sementara Premier League pada saat Natal, sebuah pencapaian terburuk sejak musim 1989-1990.
Kekalahan Memalukan di Babak Kedua
United tampil buruk sepanjang pertandingan, terutama di babak kedua, saat Bournemouth mencetak tiga gol tambahan.
Tiga poin ini membawa Bournemouth naik ke posisi kelima klasemen sementara Liga Inggris, melanjutkan performa gemilang di bawah asuhan Andoni Iraola.
Pada menit ke-29, Bournemouth memimpin melalui gol Dean Huijsen yang menanduk bola bebas tanpa pengawalan dari pemain bertahan United. Ini adalah gol set-piece lainnya yang harus diterima oleh United, yang terus kesulitan mengatasi bola mati.
Kesempatan Terbuang
United sempat memberikan perlawanan pada akhir babak pertama, dengan Bruno Fernandes memiliki tiga peluang emas untuk menyamakan kedudukan.
Namun, Fernandes gagal memanfaatkan tiga kesempatan untuk mencetak gol. Sementara Huijsen hampir mencetak gol bunuh diri dari tendangan sudut.
Bournemouth Perbesar Keunggulan
Pada menit ke-61, Bournemouth menggandakan keunggulan setelah Noussair Mazraoui melakukan pelanggaran rash terhadap Justin Kluivert di dalam kotak penalti.
Kluivert sendiri yang maju sebagai eksekutor penalti, menuntaskan tugasnya dengan baik.
Hanya dua menit kemudian, Dango Ouattara mengirim umpan matang kepada Antoine Semenyo yang berhasil mencetak gol ketiga Bournemouth, menggandakan keunggulan menjadi 3-0.
Kritikan dari Pendukung United
Kekalahan ini disambut dengan sorakan kecewa dari para pendukung Manchester United yang hadir di Old Trafford, yang jelas menunjukkan ketidakpuasan terhadap penampilan tim.
Dengan hanya meraih tujuh poin dari enam pertandingan di bawah kepemimpinan Ruben Amorim, United terpaksa bertahan di posisi tengah klasemen pada akhir tahun ini.
Dalam situasi yang semakin sulit, Ruben Amorim menghadapi tekanan besar untuk membalikkan keadaan dan memperbaiki penampilan tim pada tahun 2025.(*)
Editor : Heri Sugiarto