Pertandingan ini menjadi momen spesial bagi pelatih Liverpool, Arne Slot, yang akan bertemu kembali dengan Ruud van Nistelrooy, mantan striker Manchester United yang kini menjadi pelatih Leicester.
Slot dan Van Nistelrooy memiliki sejarah persaingan saat melatih di Eredivisie. Sebagai Pelatih Feyenoord ketika itu, Slot hanya mampu meraih hasil imbang dan kalah melawan PSV Eindhoven yang dipimpin Van Nistelrooy.
Meski begitu, Slot berhasil membawa Feyenoord merebut gelar juara liga dengan keunggulan tujuh poin.
“Mereka benar, kami memenangkan liga, meskipun saya kalah sekali dan seri sekali melawan Ruud,” kata Slot.
“Saya juga senang Cody Gakpo, yang dulu bermain untuk tim Ruud, sekarang ada di tim saya. Cody mencetak gol penting waktu itu, dan saya harap dia melakukannya lagi," imbuhnya.
Van Nistelrooy meninggalkan PSV menjelang akhir musim setelah mengaku tidak mendapat dukungan penuh dari klub.
Kini, ia menghadapi tantangan lebih berat di Leicester, yang hanya dua poin di atas zona degradasi.
“Ruud adalah pelatih yang hebat, tapi situasi di Leicester memang sulit. Namun, mereka pasti akan memberikan yang terbaik di Anfield. Kami tidak boleh lengah di Premier League, karena itu bisa menjadi bumerang,” tegas Slot.
Liverpool sendiri sedang berada di puncak klasemen Premier League saat Natal, pencapaian yang ke-21 kalinya dalam sejarah. Namun, Slot tetap menekankan pentingnya fokus hingga akhir musim.
Federico Chiesa, yang sempat absen karena sakit, diharapkan bisa kembali memperkuat Liverpool. Namun, Slot masih kehilangan Conor Bradley (hamstring) dan Ibrahima Konate (lutut) di lini pertahanan.(*)
Editor : Heri Sugiarto