Meski bermain dalam kondisi kabut tebal yang mengganggu jarak pandang, tim asuhan Arne Slot tampil gemilang di babak kedua untuk membalikkan keadaan.
Awal Sulit di Tengah Kabut
Liverpool sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-19. Jordan Ayew berhasil mengecoh Andy Robertson sebelum melepaskan tembakan yang berubah arah akibat defleksi Virgil van Dijk, sehingga mengecoh Alisson Becker. Ini ketiga kalinya dalam lima laga terakhir Liga Premier Liverpool kebobolan lebih dahulu.
Liverpool terus menekan untuk menyamakan kedudukan. Setelah lebih dari 30 umpan silang tanpa hasil, Cody Gakpo akhirnya mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-45.
Berawal dari pergerakan indah di sisi kiri, Gakpo melepaskan tembakan ke sisi jaring gawang, mengakhiri babak pertama dengan skor 1-1.
Babak Kedua: Dominasi Liverpool
Liverpool tampil lebih dominan setelah jeda. Empat menit memasuki babak kedua, kerja sama apik antara Curtis Jones, Mohamed Salah, dan Alexis Mac Allister menghasilkan gol dari jarak dekat oleh Jones.
Meski sempat diperiksa VAR, gol tersebut tetap disahkan, dan memberikan keunggulan 2-1 untuk Liverpool.
Cody Gakpo nyaris menambah gol lagi, tapi VAR menganulirnya karena offside.
Meski demikian, Mohamed Salah memastikan kemenangan dengan gol ketiga Liverpool pada menit ke-82, menuntaskan peluang dari sudut sempit dengan tembakan klinis.
Kemenangan ini membuat Liverpool unggul tujuh poin di puncak klasemen Liga Inggris dengan satu pertandingan di tangan, menyusul kekalahan Chelsea dari Fulham. Hasil ini mempertegas status Liverpool sebagai kandidat utama juara musim ini.(*)
Statistik Pertandingan:
Liverpool 3-1 Leicester City
Pencetak Gol Liverpool: Cody Gakpo (45’), Curtis Jones (49’), Mohamed Salah (82’)
Pencetak Gol Leicester: Jordan Ayew (19’).
Editor : Heri Sugiarto