Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pesan Rendah Hati Ruben Amorim Usai Altay Bayindir dan Joshua Zirkzee Jadi Pahlawan MU Singkirkan Arsenal

Heri Sugiarto • Senin, 13 Januari 2025 | 21:23 WIB

Selebrasi Altay Bayindir usai menggagalkan penalti Martin Odegaard dalam laga Manchester United melawan Arsenal di Piala FA. (Foto: Instagram/ @manchesterunited)
Selebrasi Altay Bayindir usai menggagalkan penalti Martin Odegaard dalam laga Manchester United melawan Arsenal di Piala FA. (Foto: Instagram/ @manchesterunited)
PADEK.JAWAPOS.COM-Manchester United mencatat kemenangan atas Arsenal dalam drama adu penalti Piala FA berkat aksi heroik Altay Bayindir dan Joshua Zirkzee, Minggu malam WIB (12/1/2025).

Dalam laga yang berlangsung menegangkan di Emirates Stadium, Altay Bayindir menjadi pahlawan dengan menggagalkan penalti Martin Odegaard di menit ke-72 dan menepis bola Kai Havertz saat adu penalti.

Joshua Zirkzee melengkapi malam istimewa itu dengan mencetak gol penentu kemenangan dalam adu penalti yang berakhir 5-3 untuk United.

Bayindir sebelumnya menerima banyak kritik atas performanya dalam kekalahan 4-3 melawan Tottenham di perempat final Piala Liga.

Namun, kiper cadangan ini membuktikan dirinya mampu tampil gemilang saat dibutuhkan.

Sementara itu, Zirkzee juga sempat menjadi sorotan negatif setelah digantikan pada menit ke-33 dalam kekalahan 2-0 dari Newcastle di Old Trafford dua minggu lalu.

Namun, dukungan dari penggemar United kembali mengalir setelah ia berhasil mencetak gol penentu kemenangan di Emirates Stadium pada Minggu malam.

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, memuji kedua pemain tersebut dan memberikan pesan penting bagi pemain MU.

"Ini sangat penting, bukan hanya untuk mereka (Altay Bayindir dan Joshua Zirkzee), tapi juga untuk seluruh pemain. Altay adalah contoh nyata bagaimana kehidupan pemain sepak bola bisa berubah dalam seminggu. Dari disalahkan saat melawan Tottenham, hari ini dia menjadi pahlawan," ujarnya.

Menurut mantan pelatih Sporting CP tersebut, siklus hidup sebagai pemain sepakbola memang seperti itu. Untuk itu, dia mengingatkan agar pemain terus berpikiran maju dan rendah hati.

"Anda harus terus maju, rendah hati, bekerja keras setiap hari. Itu penting bukan hanya bagi mereka tetapi juga bagi rekan satu tim mereka," tambahnya.

Kemenangan dengan 10 Pemain
United harus bermain dengan 10 pemain selama satu jam dari total 120 menit, setelah Diogo Dalot diberi kartu merah karena tekel keras di menit ke-60.

Meski begitu, tim asuhan Amorim mampu bertahan dengan solid.

United unggul lebih dulu melalui gol Bruno Fernandes di menit ke-52 sebelum Gabriel Magalhaes menyamakan kedudukan tak lama setelah kartu merah Dalot.

Amorim bahkan harus memasukkan Lisandro Martinez sebagai penyerang dan gelandang muda Toby Collyer di sayap untuk mengakhiri perpanjangan waktu.

Perubahan Taktik dan Semangat Tim
Amorim menyoroti peningkatan performa tim dibanding kekalahan 2-0 dari Arsenal di Premier League beberapa minggu lalu.

"Kami lebih agresif, terutama di babak pertama. Bahkan dengan sepuluh orang, semangat kami luar biasa," katanya usai pertandingan seperti dilansir Manchester Evening News.

Meski menghadapi tekanan besar, Amorim merasa yakin sejak awal bahwa timnya akan menang.

"Sejak menit pertama, saya merasa hari ini adalah hari kami. Para pemain, staf, dan penggemar semuanya menunjukkan kekompakan luar biasa," ungkapnya.

Dengan kemenangan ini, Manchester United melaju ke babak keempat Piala FA untuk menghadapi Leicester City yang diasuh Ruud Van Nistelrooy.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#MU vs Arsenal #arsenal #manchester united #siklus pemain sepakbola #Altay Bayindir #Manchester United menang adu penalti #kerja keras #Ruben Amorim #Joshua Zirkzee #rendah hati #MU vs leicester #piala fa