PADEK.JAWAPOS.COM-Tidak lagi menjadi pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong (STY) tetap punya kesibukan di Indonesia. Yang terbaru, pelatih asal Korea Selatan tersebut menjadi cameo dalam film Ghost Soccer: Bola Mati. Saat ini, proses syuting film masih berlangsung.
MANA yang lebih sulit, melatih sepak bola atau bermain film? Bagi STY, keduanya sama-sama sulit. Tapi, tekanannya berbeda.
“Kalau di sepak bola, tanggung jawab head coach sangat berat. Kalau di film, adegan salah bisa diulangi lagi dan lagi. Tapi, kalau sepak bola berbeda. Ada tanggung jawab besar sekali. Begitu juga hasilnya,” ujar STY.
Meski tantangan bermain film tidak lebih berat dari sepak bola, nyatanya, STY tetap butuh waktu untuk beradaptasi dalam memainkan seni peran dalam Ghost Soccer: Bola Mati.
Dalam film itu, STY berperan sebagai pelatih tim Persikuba, sebuah tim bola kampung yang memiliki mimpi besar.
Bagi STY, ini adalah kali pertama dia menjalani peran di film. “Saya memang senang menerima hal-hal baru. Dan, ini kali pertama saya berakting dalam sebuah film. Jadi, saya grogi,” ungkap pelatih timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2018 Rusia tersebut.
STY sebelumnya memang sering terlibat sebagai bintang iklan. Dia pernah membintangi iklan mobil, mi instan, produk kopi, bank, dan game.
Tapi, menurut STY, membintangi produk iklan berbeda dengan film. Mantan pelatih tim Korea Selatan U-20 itu menilai bermain film lebih menantang.
“Ini memang hal baru buat saya. Memang iklan sering. Dan, ini film baru. Sangat seru. Saya sangat menikmatinya,” tegas mantan asisten pelatih Queensland Roar tersebut.
Lalu, apa alasan STY menerima tawaran menjadi cameo dalam film Ghost Soccer: Bola Mati? Mantan pelatih Seongnam Ilhwa Chunma tersebut menilai film bergenre horor, komedi, dan olahraga garapan Jay Sukmo tersebut menarik.
Sebab, film yang berlokasi syuting di Subang, Jawa Barat, tersebut bertema sepak bola. Apalagi, STY memiliki sebuah yayasan sosial bernama STY Foundation.
“STY Foundation berfokus ke pembinaan usia dini. Artinya, masih tetap fokus ke persepakbolaan Indonesia. Jadi, saya berharap pembinaan usia dini semakin berkembang dan lebih baik,” tegasnya.
“Saya juga masih orang bola yang dicintai oleh masyarakat Indonesia yang juga suka bola. Jadi, saya harus balas budi terhadap cintanya sepak bola Indonesia,” imbuh mantan pemain Yeungnam University tersebut.
Apakah akan terus menggeluti dunia seni peran? Dia mengaku belum ada tawaran bermain film lagi selain Ghost Soccer: Bola Mati.
Jadi, belum dapat memberikan jawaban. Tapi, sebagai figur dengan latar belakang sepak bola, STY tetap memiliki keinginan untuk kembali melatih.
Terkait penawaran melatih, mantan penggawa timnas Korea Selatan tersebut mengaku telah menerima banyak tawaran.
“Tawaran sangat banyak. Tapi, ada masalah yang harus diselesaikan. Jadi, saya belum ambil dulu. Saya ingin istirahat dulu saat ini,” tandasnya. (*/ady)
Editor : Novitri Selvia