Sementara leg kedua baru akan dimainkan lebih dari sebulan kemudian di Metropolitano. Barcelona harus meraih hasil positif di kandang agar tetap memiliki peluang besar melaju ke final.
Perjalanan Menuju Semifinal
Karena tidak berpartisipasi di Piala Super Spanyol tahun ini, Atlético Madrid memulai perjalanan mereka lebih awal.
Los Colchoneros mengalahkan Vic (2-0) dan Cacereño (3-1) sebelum meraih kemenangan telak di babak 16 besar dan perempat final—menang 4-0 atas Elche dan menghancurkan Getafe 5-0.
Barcelona memasuki turnamen di babak 32 besar dan langsung menunjukkan dominasi dengan menang 4-0 atas Barbastro.
Pasukan Hansi Flick kemudian melewati Real Betis (5-1) di babak 16 besar dan menyingkirkan Valencia (5-0) di perempat final. Kedua tim sama-sama hanya kebobolan satu gol dalam perjalanan ke semifinal.
Namun, hanya satu tim yang akan tampil di partai puncak di Stadion La Cartuja, Sevilla, pada 26 April mendatang. Pemenang duel dini hari nanti akan menghadapi Real Madrid atau Real Sociedad di final.
Rekor di Copa del Rey
Barcelona merupakan tim tersukses di Copa del Rey dengan koleksi 31 trofi.
Setelah absen dalam tiga final terakhir, Blaugrana bertekad kembali ke partai puncak musim ini.
Sementara itu, Atletico terakhir kali mengangkat trofi ini pada 2013 setelah mengalahkan Real Madrid di Santiago Bernabeu.
Dalam sejarah pertemuan di Copa del Rey, Barcelona lebih unggul. Robert Lewandowski dkk memenangkan tiga pertemuan terakhir melawan Atletico di kompetisi ini dan kini mengincar rekor keempat berturut-turut.
Semifinal 1992-1993 menjadi salah satu yang paling bersejarah, saat Barcelona menang agregat 11-0. Sementara pada 1997, Blaugrana melakukan comeback dramatis untuk menang 5-4 lewat gol ikonik Juan Antonio Pizzi.
Misi Balas Dendam Barcelona
Meski rekor historis berpihak pada Barcelona, Atletico memiliki alasan kuat untuk percaya diri. Pada Desember 2024 lalu, tim asuhan Diego Simeone akhirnya meraih kemenangan tandang pertama mereka melawan Barcelona setelah 18 pertemuan, menang 2-1 di La Liga.
Namun, dalam pertandingan itu, Barcelona mendominasi hampir sepanjang laga, tetapi gagal mengonversi peluang dan justru kecolongan dua gol.
Kini, selain memburu tiket ke final, laga ini juga menjadi kesempatan bagi Barcelona untuk membalas kekalahan tersebut.
Barcelona dalam Performa Terbaik
Blaugrana memasuki laga ini dengan kepercayaan diri tinggi karena belum terkalahkan di tahun 2025.
Apalagi baru-baru ini memenangkan Piala Super Spanyol, lolos ke 16 besar Liga Champions, dan kembali ke puncak klasemen La Liga setelah sempat turun ke posisi ketiga pada akhir tahun lalu.
Sementara itu, Atletico sempat menjalani rentetan tak terkalahkan sebelum diputus oleh Leganes pada Januari lalu.
Meski demikian, kekalahan itu menjadi satu-satunya sejak Oktober, dan mereka baru saja mengalahkan Valencia 3-0 akhir pekan lalu.
Kondisi Skuad
Barcelona hampir memiliki skuad penuh, meskipun Marc-Andre ter Stegen dan Marc Bernal harus absen hingga akhir musim.
Andreas Christensen berpeluang kembali bermain, sementara Lamine Yamal masih diragukan setelah cedera saat kemenangan 2-0 atas Las Palmas.
Di kubu Atletico, satu-satunya cedera utama adalah Koke. Selain itu, Diego Simeone kemungkinan akan kembali mempercayakan Juan Musso sebagai kiper utama di Copa del Rey, menggantikan Jan Oblak.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, merayakan ulang tahunnya yang ke-60 dengan penghargaan sebagai Pelatih Terbaik La Liga pada Februari ini.
Flick menegaskan tantangan berat yang menanti timnya. “Atletico Madrid adalah tim hebat. Mereka memiliki pertahanan terbaik dan pemain-pemain luar biasa di lini serang. Kami harus berada dalam performa terbaik,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi klub.
Dengan dua tim yang tengah dalam performa impresif, semifinal Copa del Rey ini dipastikan akan menjadi duel yang sengit dan penuh gengsi.(*)
Editor : Heri Sugiarto