Dengan kemenangan ini, Bayern unggul agregat 5-0 dan semakin dekat dengan target untuk kembali tampil di final di kandang sendiri, Allianz Arena.
Bayern kini semakin dekat dengan misi gelar Liga Champions ke-7 dan berpeluang mengulang sejarah di Finale dahoam.
Perjalanan masih panjang, tetapi kemenangan telak atas Leverkusen menjadi bukti kesiapan tim asuhan Vincent Kompany menghadapi tantangan berikutnya.
Kane dan Davies Pastikan Kemenangan
Bayern tampil dominan sejak awal laga, menekan pertahanan Leverkusen yang tampil tanpa playmaker utama, Florian Wirtz.
Meski sempat kesulitan mencetak gol di babak pertama, Die Roten akhirnya memecah kebuntuan di awal babak kedua.
Bayern membuka keunggulan lewat gol Harry Kane pada menit ke-52. Berawal dari tendangan bebas melambung Joshua Kimmich ke dalam kotak penalti, Patrick Schick mencoba melakukan clearance, tapi bola justru mengenai rekannya sendiri dan memantul ke arah Kane.
Striker asal Inggris itu dengan sigap menuntaskan peluang dari jarak dekat, menempatkan bola ke sisi kiri gawang Lukas Hradecky yang tak mampu bereaksi.
Bayern semakin mengunci kemenangan dengan gol kedua pada menit ke-71. Harry Kane kembali berperan, kali ini sebagai kreator.
Ia mengirim umpan matang ke tengah kotak penalti, yang langsung disambut Alphonso Davies dengan sepakan first-time kaki bagian dalam.
Hradecky sempat menyentuh bola, tetapi tidak mampu menahannya, dan membuat Bayern unggul 2-0.
Leverkusen kesulitan menembus pertahanan Bayern sepanjang laga. Tanpa kehadiran Wirtz, kreativitas si lini serang berkurang drastis.
Tim asuhan Xabi Alonso baru bisa mengancam gawang Bayern pada menit ke-65. Terlalu terlambat untuk mengejar ketertinggalan.
Sebaliknya, Bayern justru nyaris menambah gol. Jamal Musiala dua kali digagalkan oleh mistar gawang di menit-menit akhir.
Harry Kane Pemain Terbaik
Berkat satu gol dan satu assist, Harry Kane dinobatkan sebagai Player of the Match oleh UEFA Technical Observer Group.
"Dia menunjukkan pergerakan luar biasa, bekerja keras tanpa bola, mencetak satu gol, dan memberikan assist," ujar UEFA dalam pernyataannya.
"Kami tidak ingin hanya bertahan dan mempertahankan keunggulan. Sejak awal, kami menekan tinggi, menciptakan peluang, dan mengontrol permainan. Leverkusen adalah tim yang kuat, tapi kami bermain dengan intensitas tinggi dan pantas menang," ungkap Kane dalam wawancara dengan Prime Video.
Baca Juga: Liverpool Bisa Kunci Gelar Juara Liga Inggris Lebih Cepat, Ini Skenarionya!
Dengan kemenangan ini, Bayern Munchen hanya berjarak empat pertandingan dari final Liga Champions yang akan digelar di kandang sendiri, Allianz Arena.
Performa dominan mereka di dua leg melawan Leverkusen menjadi sinyal kuat bagi para pesaing di kompetisi ini.
Sementara itu, Leverkusen harus mengubur impian setelah gagal membendung agresivitas Bayern dan kurangnya efektivitas di lini depan.(*)
Editor : Heri Sugiarto