Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi The Magpies, yang akhirnya mengakhiri puasa gelar mayor selama 70 tahun, sejak terakhir kali meraih trofi tahun 1955.
Liverpool menurunkan Caoimhín Kelleher sebagai penjaga gawang utama, menggantikan Alisson Becker.
Bek muda Jarell Quansah juga mendapat kesempatan tampil sejak menit awal.
The Reds yang difavoritkan meraih trofi pertama di era Arne Slot, masih dalam kondisi percaya diri meskipun baru saja tersingkir dari Liga Champions oleh PSG.
Namun, Liverpool harus menghadapi laga ini tanpa Trent Alexander-Arnold, yang absen karena cedera.
Di sisi lain, Newcastle juga kehilangan beberapa pemain kunci. Anthony Gordon harus absen karena skorsing, sementara Lewis Hall dan Sven Botman tidak bisa bermain akibat cedera.
Meskipun demikian, pelatih Eddie Howe tetap mempertahankan susunan pemain yang sama seperti laga sebelumnya, dengan harapan membawa Newcastle meraih trofi domestik pertama mereka sejak 1955.
Jalannya Pertandingan
Newcastle tampil penuh determinasi sejak awal pertandingan. Dan Burn membuka keunggulan untuk The Magpies pada menit ke-45 melalui sundulan kuat memanfaatkan sepak pojok Kieran Trippier.
Gol ini terjadi setelah Liverpool gagal mengantisipasi ancaman dari situasi bola mati. Kelemahan yang terlihat sepanjang pertandingan.
Di babak kedua, Newcastle sempat mencetak gol kedua melalui Alexander Isak pada menit ke-52, tetapi wasit menganulirnya karena Bruno Guimaraes berada dalam posisi offside sebelum proses terjadinya gol.
Namun, hanya beberapa detik kemudian, Isak benar-benar mencatatkan namanya di papan skor.
Menerima bola hasil sundulan Jacob Murphy, striker asal Swedia ini melepaskan tembakan melengkung ke sudut bawah gawang Caoimhín Kelleher, membawa Newcastle unggul 2-0.
Liverpool baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-94 melalui gol Federico Chiesa.
Awalnya, gol tersebut dianulir karena dugaan offside. Namun, setelah VAR meninjau ulang selama dua menit, wasit John Brooks mengesahkannya.
Gol ini membuat akhir pertandingan semakin menegangkan. Tetapi Newcastle berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Newcastle Rekor Buruk Melawan Liverpool
Kemenangan ini terasa semakin spesial karena Newcastle akhirnya memutus tren buruk melawan Liverpool.
The Magpies tidak pernah menang dalam 15 pertemuan terakhir melawan The Reds, sebuah rekor yang bertahan sejak 2015.
Bahkan, di musim ini, Newcastle sempat kalah 0-2 di Anfield dan bermain imbang 3-3 di St James’ Park.
Euforia di Wembley
Begitu peluit panjang berbunyi, suasana Wembley berubah menjadi lautan kebahagiaan bagi suporter Newcastle.
Ribuan pendukung The Magpies, termasuk legenda klub Alan Shearer serta selebritas ternama Ant dan Dec, merayakan momen bersejarah ini dengan penuh kegembiraan.
Bagi Eddie Howe, kemenangan ini menandai kesuksesannya dalam membangun Newcastle sebagai kekuatan baru di sepak bola Inggris.
Dengan trofi Carabao Cup 2025 di tangan, Newcastle United kini kembali diperhitungkan sebagai salah satu klub elite di Inggris, sekaligus membuka peluang meraih lebih banyak gelar di masa depan.(*)
Editor : Heri Sugiarto