Gol pembuka Leandro Trossard dibalas lewat penalti Iliman Ndiaye, yang memastikan tuan rumah mencuri satu poin penting.
Pelatih Mikel Arteta melakukan rotasi besar dalam skuadnya. Tapi, keputusan tersebut justru menghasilkan performa yang kurang padu sehingga kehilangan momentum dalam perburuan gelar.
The Gunners sebenarnya unggul lebih dulu pada menit ke-34. Kesalahan di lini tengah Everton membuat Raheem Sterling mampu mengirimkan umpan matang kepada Leandro Trossard.
Penyerang asal Belgia itu mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan tembakan mendatar ke sudut kanan gawang, yang tak mampu dihentikan Jordan Pickford.
Keunggulan Arsenal hanya bertahan hingga awal babak kedua.
Dua menit setelah jeda, Everton mendapatkan hadiah penalti setelah Myles Lewis-Skelly menjatuhkan Jack Harrison di kotak terlarang.
Iliman Ndiaye maju sebagai eksekutor dan sukses mencetak gol ke-9-nya musim ini di semua kompetisi, dan mengubah kedudukan imbang 1-1.
Arsenal berusaha bangkit dan sempat mengancam lewat tendangan bebas Declan Rice serta sepakan Gabriel Martinelli. Sayang, semuanya gagal membuahkan gol tambahan.
Skor imbang ini menjadi pukulan telak bagi Arsenal karena tetap berada di posisi kedua klasemen sementara Liga Inggris dengan 62 poin dari 31 pertandingan.
Posisi tim Mikel Arteta ini ertinggal 11 poin dari pemuncak klasemen Liverpool, yang masih memiliki satu laga sisa dan akan menghadapi Fulham pada Minggu (6/4).
Sementara itu, Everton naik ke peringkat 14 dengan 35 poin, unggul 15 angka dari zona degradasi.
Hasil ini juga menguntungkan rival sekota Everton, Liverpool, yang diuntungkan oleh kegagalan Arsenal meraih poin penuh.
David Moyes pun bakal menerima hasil ini dengan senang hati, karena mampu menghambat laju tim pesaing juara di kandang sendiri.(*)
Editor : Heri Sugiarto