Hasil ini tetap menguntungkan bagi Blaugrana karena sebelumnya Real Madrid secara mengejutkan kalah 1-2 dari Valencia di Santiago Bernabeu.
Peluang untuk memperlebar jarak hingga enam poin terbuang sia-sia. Tambahan satu poin, membuat Barcelona kini unggul empat poin dari Real Madrid di puncak klasemen.
Barcelona membuka keunggulan cepat di menit ke-7 lewat Gavi, yang menyelesaikan umpan pendek dari dalam kotak penalti dengan tenang.
Real Betis membalas tak lama berselang. Natan Souza mencetak gol penyama lewat sundulan pada menit ke-16 dari skema sepak pojok yang dieksekusi Giovani Lo Celso.
Barcelona Dominan, Betis Bertahan Gigih
Meski tampil dominan di babak kedua, Barcelona tak mampu membongkar pertahanan solid Real Betis.
Sejumlah peluang dari Lewandowski, Ferran Torres, dan Lamine Yamal gagal berbuah gol berkat penampilan kiper Adrian serta barisan belakang Betis yang disiplin.
Barcelona sebagai tuan rumah terus menekan hingga akhir laga, tapi harus puas dengan hasil imbang.
“Jika kami menang, kami akan unggul lebih jauh. Tapi beginilah sepak bola,” ujar Gavi kepada Movistar usai laga. “Hasil ini mengecewakan karena kami menciptakan banyak peluang," tambahnya.
Insiden Raphinha dan Campur Tangan Flick
Usai laga, tensi meningkat setelah Raphinha meluapkan kekesalannya kepada asisten wasit, menyoal waktu tambahan yang terlalu singkat dan keputusan tidak memberikan kesempatan eksekusi sepak pojok terakhir.
Pelatih Hansi Flick, striker Lewandowski, dan Ter Stegen yang sedang cedera, turun tangan untuk menenangkan pemain asal Brasil itu.
Raphinha bahkan sempat menepis tangan Ter Stegen yang mencoba menenangkannya.
Untungnya, wasit Jesús Gil Manzano tidak mencatat insiden itu dalam laporan pertandingan, sehingga Raphinha terhindar dari sanksi.
Flick Puji Tim dan Hormati Kualitas Betis
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Hansi Flick menyampaikan rasa puas terhadap sikap dan permainan timnya meski gagal meraih tiga poin. Ia juga memuji kualitas lawan.
“Semua orang berharap kami menang, tapi kami melawan salah satu tim terbaik di La Liga. Saya tetap puas dengan hasil ini,” ujarnya.
Flick menambahkan bahwa timnya melakukan banyak kesalahan di babak pertama, terutama saat kebobolan dari sepak pojok.
“Namun di babak kedua, kami lebih fokus meski tidak tajam di sepertiga akhir lapangan,” jelasnya.
Flick menjelaskan bahwa rotasi pemain dilakukannya karena faktor kelelahan.
Pedri, Frenkie de Jong, dan Ferran Torres hanya bermain sebagian karena kebutuhan fisik dan pemulihan.
Sementara Raphinha dicadangkan karena kelelahan usai tugas internasional bersama Timnas Brasil.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Semua pergantian bukan karena taktik, tapi kondisi pemain,” terang Flick.
Madrid Tumbang, Hugo Duro Pahlawan Valencia
Sebelumnya, Real Madrid menelan kekalahan 1-2 dari Valencia di kandang sendiri.
Hugo Duro mencetak gol kemenangan pada menit ke-95, membawa Los Che meraih kemenangan pertama di Santiago Bernabeu sejak 2008.
Kekalahan ini makin memberatkan langkah Madrid dalam perebutan gelar juara.
Carlo Ancelotti mengakui hasil ini memperkecil peluang timnya di La Liga.
“Kami memperumit jalan sendiri untuk meraih gelar. Kini fokus kami adalah Copa del Rey dan Liga Champions,” ujarnya.
Dalam laga ini, Vinicius Junior kembali gagal mengeksekusi penalti. Kegagalan keduanya dalam sebulan terakhir meski akhirnya berhasil mencetak satu gol.
Klasemen & Liga Champions di Depan Mata
Dengan hasil ini, Barcelona memimpin klasemen sementara La Liga dengan 72 poin, unggul empat angka atas Madrid (68 poin), dan memiliki keunggulan head to head setelah menang 4-0 di pertemuan pertama.
Atletico Madrid bisa memangkas jarak jika menang atas Sevilla, Minggu (6/4) malam.
Sisa delapan pekan Liga Spanyol akan sangat krusial, mengingat kedua tim juga masih bertarung di Liga Champions.
Barcelona akan menghadapi Borussia Dortmund pada 10 dan 16 April. Sedangkan Madrid akan melawan Arsenal pada 9 dan 17 April.
Final Copa del Rey yang mempertemukan Barca dengan Athletic Bilbao juga dijadwalkan pada Sabtu, 26 April 2025.(*)
Editor : Heri Sugiarto