Kekalahan ini menambah panjang catatan buruk Manchester United di musim ini, dan sekaligus memastikan Wolves bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Gol tunggal kemenangan Wolves dicetak oleh Pablo Sarabia melalui tendangan bebas indah tiga menit setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Gelandang asal Spanyol itu mengarahkan bola melengkung melewati pagar hidup dan menjebol gawang Andre Onana yang sudah terbang penuh.
Momen tersebut menjadi penentu kemenangan kelima beruntun Wolves di liga. Pencapaian pertama sejak 1970.
Hasil ini memastikan Wolverhampton aman dari ancaman degradasi.
Pelatih Vitor Pereira layak mendapat apresiasi tinggi, mengingat ia mengambil alih tim saat berada di peringkat ke-19 dan tertinggal lima poin dari zona aman pada Desember lalu.
Di bawah arahannya, Wolves mampu bangkit dan tampil impresif di paruh kedua musim.
Sebaliknya, Manchester United menunjukkan performa mengecewakan. Rasmus Hojlund, Bruno Fernandes, dan Mason Mount membuang sejumlah peluang matang hasil kreasi Alejandro Garnacho.
Pelatih Ruben Amorim melakukan rotasi besar pasca laga dramatis kontra Lyon di perempat final Liga Europa, dengan mengistirahatkan Bruno Fernandes, Diogo Dalot, dan Harry Maguire di kursi cadangan.
Namun rotasi tersebut tak mampu mengangkat performa tim di lapangan.
Kekalahan ini juga menorehkan rekor buruk bagi Manchester United. Mereka telah menelan delapan kekalahan kandang di Premier League musim ini—jumlah kekalahan terbanyak di Old Trafford dalam satu musim liga sejak 1962–1963, ketika kalah sembilan kali.
Tak hanya itu, Wolves mencatatkan kemenangan kandang dan tandang melawan United dalam satu musim untuk pertama kalinya sejak 1980.
Kemenangan ini juga berdampak pada zona degradasi, karena Leicester City dipastikan terdegradasi setelah Wolves mengamankan poin penuh.
Dengan peluang finis di zona Liga Champions di Premier League nyaris mustahil, Manchester United kini menaruh harapan besar pada Liga Europa.
MU akan menghadapi Athletic Bilbao di semifinal. Hanya trofi Eropa yang bisa menyelamatkan musim yang penuh kekecewaan ini bagi Setan Merah.(*)
Editor : Heri Sugiarto