Perubahan di Liga Champions Asia ini menjadi bagian dari reformasi besar-besaran AFC dalam meningkatkan kualitas dan daya tarik kompetisi antarklub tertinggi di Asia.
Transformasi pertama yang dilakukan AFC musim ini adalah mengganti format group stage menjadi league stage, serupa dengan perubahan yang dilakukan UEFA dalam kompetisi klub Eropa.
ACL Elite kini diikuti oleh hanya 24 tim — turun dari 40 tim di edisi sebelumnya — yang dibagi menjadi dua wilayah: Asia Timur dan Asia Barat.
Setiap tim memainkan delapan laga melawan lawan dari wilayahnya, dengan penerapan sistem country protection agar tidak bertemu klub senegara pada tahap ini.
Babak 16 Besar: Format Lama, Sentuhan Baru
Babak 16 besar tetap mempertahankan format klasik namun dengan penyesuaian sistem pengundian.
Delapan tim terbaik dari tiap wilayah dipasangkan sesuai peringkat: peringkat 1 melawan 8, 2 melawan 7, dan seterusnya.
Tidak ada lagi country protection di fase ini, namun secara kebetulan tidak ada tim senegara yang saling bertemu.
Babak Final Perdana: Sentralisasi di Arab Saudi
Kini, kompetisi memasuki fase baru bertajuk ACL Elite Finals, dengan delapan tim tersisa memperebutkan gelar juara dalam sistem single-match knockout yang digelar terpusat di satu lokasi: Jeddah, Arab Saudi.
Ini berarti, mulai dari perempat final hingga final, seluruh laga akan digelar satu leg dalam kurun waktu 10 hari.
Tak hanya itu, sekat wilayah Asia Timur dan Barat juga dihapus, menjadikan ini pertama kalinya sejak 2013 klub dari kedua kawasan bisa saling bertemu sebelum partai puncak.
AFC menyebut keputusan ini diambil demi menciptakan atmosfer turnamen yang lebih semarak, layaknya Piala Dunia atau Piala Asia, sekaligus membangkitkan kembali nuansa kompetisi yang sebelumnya sempat hadir secara darurat pada edisi pandemi 2020 dan 2021.
Potensi Sukses dan Tantangan
Meskipun digelar di tempat netral, keberhasilan format baru ini masih menjadi tanda tanya.
Ada kekhawatiran laga-laga penting ini akan dimainkan di stadion setengah kosong, terutama jika penonton lokal kurang tertarik.
Namun, pengalaman positif dari edisi 2020 di Qatar memberi harapan bahwa suasana festival sepak bola dapat kembali terwujud.
Sebagai edisi perdana dari babak final terpusat ACL Elite, semua mata kini tertuju pada Arab Saudi untuk melihat apakah inovasi ini akan menjadi tonggak baru kejayaan kompetisi klub Asia.
Jadwal Perempat Final ACL Elite 2025:
-
Al Hilal vs Gwangju: 25 April, pukul 23.30 WIB.
-
Al Ahli vs Buriram United: 26 April, pukul 23.30 WIB.
-
Yokohama F. Marinos vs Al Nassr – 27 April, pukul 02.30 WIB.
-
Kawasaki Frontale vs Al Sadd – 27 April, pukul 23.30 WIB.
Semifinal akan dimainkan pada 29 dan 30 April, sedangkan partai final akan digelar pada 3 Mei 2025 di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah.
Pertandingan pamungkas ini memperebutkan trofi bergengsi dengan total hadiah tertinggi dalam sejarah kompetisi, minimal USD 12 juta.(*)
Editor : Heri Sugiarto