Dalam laga di Stadion La Cartuja, Sevilla ini, Barcelona membuka keunggulan lebih dulu di menit ke-28 melalui gol spektakuler Pedri.
Memanfaatkan umpan dari Lamine Yamal, Pedri melepaskan tembakan keras dari tengah luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Thibaut Courtois.
Skuad Carlo Ancelotti sempat beberapa kali mengancam di babak pertama. Jude Bellingham sempat mencetak gol di menit ke-35, namun dianulir wasit karena posisi offside.
Begitu juga dengan peluang penalti untuk Vinicius Junior di akhir babak pertama yang dibatalkan akibat offside.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Barcelona.
Memasuki babak kedua, Real Madrid bangkit. Kylian Mbappe menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-70 lewat tendangan bebas spektakuler yang menembus celah di antara pagar hidup Barcelona.
Hanya tujuh menit berselang, Madrid membalikkan keadaan. Aurelien Tchouameni mencetak gol di menit ke-77 lewat sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok Arda Guler. Madrid berbalik unggul 2-1.
Namun, Barcelona tak menyerah. Di menit ke-84, Ferran Torres berhasil memanfaatkan kesalahan koordinasi Courtois dan Antonio Rudiger.
Umpan lambung Yamal disambut Torres yang mengecoh Courtois sebelum mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2.
Drama terjadi di masa injury time. Barcelona sempat meminta penalti setelah insiden di kotak penalti Madrid.
Namun, setelah pemeriksaan VAR yang cukup lama, wasit memutuskan tidak memberikan penalti dan malah memberikan kartu kuning kepada Raphinha karena dianggap simulasi (diving).
Skor 2-2 bertahan hingga 90+10 menit dan laga final ini pun harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Pertandingan di Stadion La Cartuja, Sevilla ini benar-benar memperlihatkan intensitas tinggi dan kualitas luar biasa dari dua raksasa Spanyol tersebut.
30 menit tambahan waktu akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara Copa del Rey 2025.(*)
Editor : Heri Sugiarto