Kedua tim mengincar trofi Si Kuping Besar pertama dalam sejarah klub masing-masing.
Dua pelatih asal Spanyol, Luis Enrique dan Mikel Arteta, menjadi aktor utama duel ini.
PSG sedikit di atas angin usai menang 1-0 pada leg pertama di London. Namun, Arsenal belum menyerah dan siap membalas.
Pemenang dari laga ini akan menghadapi Inter Milan di final yang akan berlangsung di Munich. Tim Italia tersebut telah memastikan tiket usai menyingkirkan Barcelona 4-3.
PSG Siap Tempur Penuh, Dembele Kembali
Kabar baik datang dari kubu PSG. Ousmane Dembele yang sebelumnya absen karena cedera otot saat leg pertama, kini sudah pulih dan siap turun.
Pelatih Luis Enrique diprediksi akan menurunkan starting XI yang sama seperti di London, dengan Dembele, Doue, dan Kvaratskhelia mengisi lini depan.
Barcola kemungkinan besar kembali menjadi senjata cadangan. Dembele telah mencetak 25 gol dalam 25 pertandingan tahun ini, menjadikannya sosok kunci dalam skuad Les Parisiens.
Arsenal Dilanda Cedera, Tapi Tetap Percaya Diri
Di sisi lain, Arsenal masih kehilangan Gabriel Jesus dan Kai Havertz yang telah lama absen.
Meski demikian, Arteta sukses membawa timnya melewati tantangan besar, termasuk menyingkirkan juara bertahan Real Madrid.
Martin Odegaard yang sempat mengalami masalah fisik sudah fit, sementara Thomas Partey, Riccardo Calafiori, dan Jurrien Timber juga tersedia—meski nama terakhir belum sepenuhnya bugar.
Wasit Internasional Pimpin Laga Krusial
Pertandingan ini akan dipimpin wasit asal Jerman, Felix Zwayer, dengan rekannya Bastian Dankert bertugas di ruang VAR. Zwayer, 43 tahun, telah menjadi wasit internasional sejak 2012 dan termasuk dalam daftar resmi FIFA untuk Piala Dunia Antarklub tahun ini.
Menariknya, ini akan menjadi kali pertama Zwayer memimpin pertandingan PSG maupun Arsenal di musim ini.
PSG Bangkit, Arsenal Mengerikan
PSG mencatat semifinal kedua berturut-turut setelah musim lalu disingkirkan Borussia Dortmund secara menyakitkan.
Musim ini, PSG hampir tersingkir di fase grup namun bangkit dan menyingkirkan Manchester City, Liverpool, dan Aston Villa dalam perjalanan menuju empat besar.
Sebaliknya, Arsenal tampil impresif sejak awal, hanya kalah satu kali di fase grup. Mereka mencetak kemenangan meyakinkan atas PSV (7-1) dan menggulung Real Madrid di perempat final.
Dengan segala dinamika ini, laga leg kedua semifinal Liga Champions 2025 antara PSG dan Arsenal menjanjikan duel penuh drama, strategi, dan ambisi sejarah.
Apakah PSG mengunci tiket ke final pertamanya sejak 2020, atau justru Arsenal yang menulis babak baru dalam sejarah klub?
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyuarakan tekad tinggi jelang laga krusial ini.
“Kami di sini untuk membuat sejarah. Satu kemenangan lagi menuju final. Biarkan lapangan yang berbicara,” tegas Arteta dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Pelatih asal Spanyol itu juga menilai hasil leg pertama memberi arah yang jelas bagi kedua tim.
“Hasil kemarin memberikan kejelasan, terutama untuk kami. Kami tahu apa yang harus dilakukan. Meraih trofi adalah soal berada di tempat dan momen yang tepat.”(*)
Editor : Heri Sugiarto