Kedua tim mengincar kemenangan demi menembus final berjumpa dengan Inter Milan di Munich, 31 Mei mendatang. Kemenangan di laga ini, sekaligus mengakhiri penantian panjang trofi Si Kuping Besar pertama.
Pertemuan ini sarat makna emosional, terutama bagi Arsenal. Di kota inilah, Paris, The Gunners menelan kekalahan pahit di final Liga Champions 2006 dari Barcelona.
Kini Arsenal kembali, dan pelatihnya Mikel Arteta ingin menulis cerita berbeda.
“Kami tinggal satu kemenangan lagi dari final Liga Champions, di salah satu kota terindah di dunia. Kami di sini bukan untuk jalan-jalan, kami di sini untuk mencetak sejarah," ungkapnya.
PSG datang dengan keunggulan agregat 1-0 berkat gol cepat Ousmane Dembele di leg pertama. Ini kemenangan perdana PSG atas Arsenal dalam enam pertemuan sebelumnya.
Namun, sejarah juga menekan tuan rumah. Tepat setahun lalu, pada tanggal 8 Mei, pasukan Luis Enrique tumbang 0-1 dari Borussia Dortmund di semifinal leg kedua.
“Tanggal 8 Mei tahun lalu bukan hari yang baik,” ungkap pelatih yang akan berulang tahun ke-55 besok. “Tapi saya punya kesempatan kedua, dan saya harap hasilnya berbeda," Enrique.
Bek PSG Achraf Hakimi menegaskan timnya telah belajar dari pengalaman.
“Kami lebih tenang dibandingkan tahun lalu karena tahu apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
PSG mengincar final pertamanya sejak 2020 dan berpeluang bertemu Inter Milan di partai puncak.
Kondisi Pemain
PSG memastikan Dembele yang sempat cedera ringan sudah fit untuk tampil, memperkuat lini serang bersama Kvaratskhelia dan Desire Doue.
Skuad asuhan Luis Enrique dipastikan bebas dari cedera signifikan.
Sedangkan Arsenal datang dengan tekad bangkit usai kekalahan mengejutkan 1-2 dari Bournemouth di Liga Inggris akhir pekan lalu. Ini kekalahan pertama setelah unggul di babak pertama sejak Januari 2022.
Meski demikian, Arsenal masih menempati posisi kedua klasemen Premier League, unggul tiga poin dari Manchester City.
Kabar baiknya, Thomas Partey kembali ke lini tengah setelah absen di leg pertama, sementara Jurrien Timber masih diragukan tampil.
Rekor dan Fakta Menarik
Dari enam pertemuan, Arsenal unggul dengan tiga kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan.
Saat ini PSG tengah dalam performa impresif, berhasil mematahkan rekor 17 laga kandang tak terkalahkan Arsenal di kompetisi Eropa lewat kemenangan di Emirates Stadium.
Kedua tim pernah mencicipi atmosfer final, tapi sama-sama gagal juara. PSG kalah dari Bayern Munich pada final 2020, sementara Arsenal terakhir tampil di final pada 2006—di kota yang sama, Paris.
Pemenang duel ini akan bertemu Inter Milan dalam final Liga Champions 2025 yang digelar di Allianz Arena, Munich, pada 31 Mei.
Dengan sejarah, ambisi, dan tekanan yang begitu besar, PSG dan Arsenal akan menampilkan segalanya demi satu tujuan: tempat di final bergengsi Eropa.(*)
Prediksi Susunan Pemain
Arsenal: Raya; Timber, Saliba, Kiwior, Lewis-Skelly; Partey, Rice, Odegaard; Saka, Merino, Martinelli.
PSG: Donnarumma; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; Vitinha, Fabian Ruiz, Joao Neves; Kvaratskhelia, Dembele, Doue
Editor : Heri Sugiarto