Ia menyoroti kurangnya penghargaan yang layak bagi para pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional usai masa pengabdiannya berakhir.
Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/5/2025), Melly menyampaikan keprihatinannya mengenai minimnya perlindungan dan dukungan bagi mantan atlet setelah pensiun.
"Saya merasa seniman itu ada kesamaan nasibnya dengan atlet. Kalau lagi berkibar diberikan perhatian yang spesial dari pemerintah, tapi kalau sudah tidak, ya nggak ada perhatian juga. Sama halnya dengan profesi seniman,” ujar politisi dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I tersebut kepada Parlementaria DPR RI.
Melly menekankan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam pengelolaan sektor olahraga, tidak hanya fokus pada fasilitas dan prestasi saat aktif, tetapi juga terhadap kehidupan para atlet usai masa aktifnya berakhir.
"Karena yang dikelola itu adalah manusia, jadi kita juga harus jadi manusia. Pesannya adalah manusia yang diperhatikan, bukan hanya atlet atau tempat olahraganya, tapi juga mantan-mantan atlet yang sudah berdedikasi kepada negara, bahkan sampai mereka wafat," tegas politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Lebih lanjut, Melly juga menyinggung persoalan administratif yang menjadi hambatan bagi mantan atlet, khususnya mereka yang tidak sempat menyelesaikan pendidikan formal akibat fokus penuh pada latihan dan kompetisi sejak usia dini.
"Ada yang tidak lulus SD atau SMP karena sudah sejak kecil berlatih dan berkompetisi. Akhirnya mereka tidak bisa ikut program seperti jadi ASN karena ijazah tidak ada. Ini harusnya dipikirkan, bukan diabaikan," ujarnya.
Melly berharap pemerintah dapat menciptakan sistem yang mendukung kehidupan para atlet setelah pensiun dan menjadikan profesi atlet sebagai pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda.
"Semoga ke depan profesi atlet itu nggak bikin trauma atau malas bagi adik-adik kita. Karena jadi atlet itu seharusnya menjanjikan, baik dari sisi kehidupan maupun kontribusinya untuk bangsa," pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto